hut

Stigma Negatif Hambat Penanganan HIV/AIDS di NTB

Sekretaris Komisi Penanggulanganan AIDS NTB, Soehermanto
MATARAM – Adanya pandangan miring dan stigma negatif sebagian masyarakat terhadap penderita penyakit menular HIV/AIDS menjadi salah penyebab mengapa penanganan penyakit tersebut sulit teratasi
Padahal untuk HIV sendiri sudah ada obat yang disiapkan supaya mampu menjaga daya tahan tubuh dari serangan virus tersebut
“Adanya pandangan dan stigma negatif tersebut kemudian telah menyebabkan para penderita HIV menjadi malu untuk membuka diri melakukan konsultasi maupun berobat ke dokter maupun klinik, bahkan lebih parah lagi lingkungan keluarga juga seringkali sulit mau menerima keberadaan seorang penderita HIV/AIDS” kata Sekretaris Komisi Penanggulanganan AIDS NTB, Soehermanto di Mataram, Jum’at (12/6/2015).
Untuk itu kami minta kepada masyarakat supaya tidak lagi memandang sebelah mata penderita HIV/AIDS termasuk memberikan stigma negatif, karena penyembuhan penyakit sebenarnya bukan hanya soal obat semata.
Tapi bagaimana, kata Soehermanto keberadaan mereka di tengah masyarakat bisa kita terima sebagaiman masyarakat lain, terutama sekali di lingkungan keluarga sebagai lingkungan terdekat bagi mereka supaya bisa menjalani hidup secara normal, tanpa harus tertekan dan dihantui rasa malu dan bersalah.
“Walau bagaimanapun para penderita HIV maupun AIDS juga merupakan saudara kita yang butuh dirangkul, dihargai keberadaannya serta berhak untuk hidup normal sebagaimana masyarakat lain pada umumnya, karena mari sama-sama tidak lagi memandang mereka sebelah mata,”katanya.
Soeharmanto menambahkan, di NTB jumlah penderita HIV sendiri sampai april 2015 mencapai 447 sementara penderita AIDS sebanyak 577 orang, dimana Kota Mataram menjadi yang tertinggi jumlah penderita HIV/AIDS, yaitu HIV sebanyak 204 dan AIDS 186 kasus.
Hal tersebut disebabkan karena memang merupakan pusat aktifitas tinggi dengan masyarakat yang ada di dalamnya tidak hanya murni dari masyarakat Kota Mataram semata melainkan juga berasal dari luar Mataram.
“Penyebab utama tingginya kasus HIV/AIDS tersebut adalah hubungan hetro seksual, jarum suntik narkoba, dan homoseksual,”katanya.
——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!