Sultan Coffe, Produk Lokal NTB Beredar Hingga Jawa Tengah

Pengunjung sedang menikmati Sultan Coffe
MATARAM – Bicara soal kopi, tidak ada habisnya. Komoditas yang satu ini selalu menarik jadi perbincangan dan menjadi buruan, tidak terkecuali di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan yang menjadi salah satu favorit di antaranya Sultan Coffe.
Kopi ini menjadi salah satu menu yang biasa dinikmati masyarakat di di Kota Mataram. Reni Safitri, salah satu penjual di Mataram mengatakan, Sultan coffee ingin mengakat brand kopi NTB. Tidak saja memiliki sejarah panjang tentang kopi, tetapi juga cita rasa kopi NTB tidak kalah dengan daerah-daerah lain. 
”Kita punya kopi tambora dari Dompu pulau Sumbawa, dan kita juga punya kopi lombok yang tersebar di sekitar Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Utara dan Desa Sesaot Kabupaten Lombok Barat (Lobar), tempat-tempat tersebut sejak dulu dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas. Kejayaan kopi NTB pada masa lalu harus diangkat kembali” kata Reni di acara bazaar prodak Usaha Kecil Menengah (UKM) Mataram Squer, Sabtu (6/6/2015). 
Menurutnya, tradisi minum kopi di NTB telah ada sejak dahulu. Cara penyajiannya pun cukup sederhana, yaitu dengan memasukkan bubuk kopi plus gula, kemudian tuangkan air panas dan diaduk merata. Sangat sederhana, tapi itulah tradisi kita di NTB dan Indonesia pada umumnya. Sultan Coffee hadir untuk melanjutkan tradisi itu
Dikatakannya, Sultan Coffee merupakan produk lokal yang tergolong baru, produk perdana diluncurkan pada tanggal 30 September 2014 lalu, atau  belum genap satu tahun, misi utamanya adalah memperkenalkan dan mengembangkan komoditas kopi NTB, termasuk meningkatkan konsumsi kopi NTB. Baik kopi dari Pulau Sumbawa maupun kopi Pulau Lombok. 
“Saat ini distribusi Sultan Coffee banyak tersebar dipusat oleh-oleh Mataram dan beberapa tempat wisata di NTB. Segmen pasar yang dibidik adalah para pelancong yang berlibur ke NTB,”katanya. 
Sedang bagi masyarakat umum, produk Sultan Coffee bisa juga bisa didapatkan di sejumlah supermarket yang ada di Kota Mataram. 
”Kami pun menyuplai untuk kafe-kafe dan hotel. Bahkan produk kami secara rutin mengisi beberapa kafe di Jawa Tengah dan Jogjakarta, event bazar ataupun pameran seperti ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mempromosikan dan mengkampanyekan minum kopi NTB,”katanya.
Reni menjelaskan, kopi pada dasarnya tidak sekedar minuman biasa bagi para pecinta kopi, tapi juga sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan, dengan catatan harus dikonsumsi sesuai takaran dan tidak berlebihan, jangan lebih dari empat cangkir sehari lah. Kopi pun tidak mengandung alkohol dan dijadikan obat dalam budaya pengobatan tradisional arab (qahwa), Cina, maupun India
Wanita yang konsen mendalami hukum bisnis ini berharap, kopi dan produk lokal lainnya selalu mendapat perhatian dan dukungan, tidak saja dari pemerintah tetapi juga dukungan dari seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. 
“Di Mataram, bagi para pecinta kopi, selain sultan coffe, beberapa produk kopi khas NTB juga bisa dijumpai, mulai dari kopi lombok robusta, tambora robusta, kopi sambung dan kopi 55 khas Lombok sampai dengan jenis kopi kreasi lain, ada yang dikemas dalam ukuran 100 gram, kemasan sachet maupun kemasan box besar serta paper cup yang siap diseduh”
——————————————————-
Sabtu, 6 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...