Sumbar Jalin Kerjasama Bidang Perikanan dengan Provinsi Lain

Kapal Nelayan
PADANG – Beberapa Momerandum Of Understanding (MoU) telah dipersiapkan oleh Pemerintah Sumatra Barat dengan sejumlah Provinsi dibidang kelautan dan perikanan. Hal ini dilakukan dalam upaya mendorong peningkatan produksi dan ekspor ikan daerah itu.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar Yosmeri, menjelaskan. Kerjasama antar provinsi di bidang kelautan dan perikanan itu akan memberikan rasa aman kepada nelayan masing-masing daerah, serta mampu mengoptimalkan produksi ikan dalam negeri.
“Sudah jadi prioritas kami kerjasama antarprovinsi. Setelah MoU dengan Pemprov DKI, dalam waktu dekat akan ada kerjasama dengan Pemprov Sumut,” ujar Yosmeri saat dihubungi, Senin (22/6/2015).
Ia menjelaskan, dampak kerjasama itu, bisa menguntungkan nelayan baik nelayan asal Sumbar maupun nelayan luar daerah yang melaut di perairan Sumbar, karena adanya kepastian hukum yang melindungi nelayan.
Lalu, bagi daerah asal atau dengan potensi ikan yang besar diuntungkan dengan adanya kewajiban nelayan untuk bongkar di wilayah bersangkutan, sehingga mendorong terciptanya kegiatan ekonomi dan penyediaan bahan baku ikan.
Selain itu, secara tidak langsung kerjasama tersebut mendorong peningkatan produksi ikan lokal. Apalagi untuk ikan yang diekspor ke mancanegara. Serta, memudahkan pendataan produksi dan potensi ikan di masing-masing daerah.
Yosmeri menyatakan,  selama ini sektor kelautan dan perikanan cenderung bebas dan tidak memiliki kejelasan wilayah kerja, sehingga merugikan nelayan dan pemerintah daerah setempat.
“Kita tertolong sejak adanya Permen soal Andon penangkapan ikan. Ini  memberikan kepastian hukum kepada nelayan.Untuk jangka panjang tentu pengaruhnya pada peningkatan produksi,” katanya.
Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan No.36/2014 tentang Andon Penangkapan Ikan. Beleid itu mengatur bahwa masing-masing provinsi harus membuat kesepakatan untuk kerjasama pengelolaan kawasan kelautan dan perikanan.
Yosmeri menambahkan, potensi kelautan Sumbar terbilang besar. Sayangnya tidak tergarap secara optimal. Minimnya peralatan tangkap nelayan dan sentra pengolahan ikan menjadi kendala. 
Hal ini, sangat disayangkan. Karena, potensi kelautan Sumbar sangat besar. Contohnya, ikan tuna yang tahun ini mencapai 124.630 ton.  Produksi  ikan tuna tersebut, mencakup dari luas pantai barat Sumbar 915.000 Km per segi dengan tingkat pemanfaatan baru 26,2 %.

——————————————————-
SENIN, 22 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul rahmad 
Fotografer : Muslim Abdul rahmad 
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...