Supir Angkot Jurusan Kreneng Keluhkan Trayek Dipotong Bus Lain

Terminal Batubulan Denpasar
DENPASAR – Trayek angkot jurusan Batubulan-Kreneng tinggal menunggu waktu hilang dari terminal batubulan. Hal ini akan terjadi jika tidak ada solusi atau tidak ada pihak yang mau duduk bersama mencarikan solusi terbaik bagi trayek angkot jurusan batubulan-kreneng.
Made, pria asal klungkung yang sehari-harinya supir angkot trayek batubulan-kreneng mengatakan angkotnya kosong sejak jam sepuluh pagi. Salah satu penyebabnya adalah para penumpang jurusan kreneng yang naik Bus Trans Sarbagita dari arah Nusa Dua biasa turun di halte By Pass Ngurah Rai lalu melanjutkan perjalanan menumpang angkot gratis Trayek Pengumpan milik Trans Sarbagita 
Ke arah kreneng.
” seolah-olah trayek kita dipotong ditengah jalan. Mau bagaimana lagi? Ditambah bergantinya minat masyarakat untuk naik sepeda motor dibanding angkot dewasa ini semakin besar, bertambah suram saja nasib trayek saya,” sambung Made di Denpasar, Minggu (14/6/2015).
Nyoman Rai, seorang pedagang nasi campur sate babi langganan para supir angkot terminal batubulan mengatakan, pernah terjadi protes keras dari awak kemudi angkot jurusan kreneng terhadap otoritas Trans Sarbagita di terminal batubulan. Namun entah bagaimana, hal itu tidak ada kelanjutannya sampai saat ini.
Sedangkan Ruslan, supir senior Trans Sarbagita yang kami mintai keterangan terkait keadaan riil dijalanan mengenai Angkot Trayek Pengumpan yang dikeluhkan supir angkot jurusan kreneng mengatakan ia hanya menjalankan tugas sesuai SOP perusahaan.
” salah satu tugas saya menurunkan penumpang di halte resmi Trans Sarbagita, itu saja yang saya jalankan selama ini. Semoga ada solusi terbaik bagi rekan-rekan supir angkot trayek batubulan-kreneng,” ucap Ruslan kepada CND.
Trans Sarbagita bertujuan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, dan angkot jurusan kreneng juga sebelumnya rutin melayani kebutuhan masyarakat akan angkutan umum. Jangan sampai tujuan dan tugas mulia ini tercoreng hanya karena kisruh trayek tanpa solusi yang jelas ini.
Semua harus kembali mencoba duduk bersama menyelesaikan masalah sampai mendapatkan solusi, bukan duduk bersama membicarakan masalah tanpa ada solusi.
——————————————————-
Minggu, 14 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...