Tiap Tahun Pemkot Jayapura Programkan Pelatihan Batik Port Numbay

Lima Puluh Batik Tulis yang diproduksi Para Peserta Pelatihan Membatik di Pendopo Batik Port Numbay
CENDANANEWS (Jayapura) – Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) berjanji akan berikan program tahunan belajar membatik di Pendopo Batik Port Numbay.
“Kampung Enggros, Nafri dan Koya Koso. Kami akan kolaborasi program ini, agar setiap tahun akan kita anggarkan. Ini saya lihat bakat membatik itu ada, namun kita tertinggal dengan cara lukis melukis batik,” kata Kepala BPMK Kota Jayapura, Daniel Mano beberapa waktu lalu di pendopo Batik Port Numbay, Kota Jayapura.
Dikatakannya, Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 mendatang akan diselenggarakan di Papua, dan dengan otomatis akan banyak orang yang datang dari seluruh pelosok Indonesia.
“Karena saat itu dari sekarang kita genjot terus talenta ini agar batik Port Numbay terus berkembang dan akan jadi andalan di tahun 2020 mendatang,” ujarnya.
Ia kaget dengan hasil produksi batik Port Numbay yang dilakukan oleh para peserta pelatihan membatik di pendopo Batik Port Numbay. “Saya kaget batik ini dibuat mama-mama Papua, karena batik yang selama ini kita beli di toko, semuanya batik dari Solo dan Yogja. Batik ini kepunyaan kita dan kita sendiri yang membuatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop Kota Jayapura, Robert Awi mengatakan jika ingin menjual menjual sesuatu, barang tersebut harus berkualitas. “Disaat ini, kita bukan hanya menanti perhatian dari pemerintah, tetapi mama-mama dan bapak-bapak harus memotivasi dirinya agar terus semakin maju,” kata Robert.
Ditempat yang sama, Kepala Distrik Abepura, Bobby J.E. Awi mengaku sangat bangga dengan hasil produksi para peserta latihan membatik, karena waktu yang diberikan hanya tiga hari. “Saya sangat berterima kasih kepada pimpinan batik Port Numbay yang juga instruktur pelatihan, karena dengan besar hati dapat mendidik dan membina mama-mama dan bapak-bapak yang ikut peserta pelatihan batik tulis,” kata Bobby.
Jimmy Affar, instruktur yang juga pemilik Pendopo Batik Port Numbay menitipkan pesan kepada kepada mama-mama Papua yang telah diberikan pelatihan batik tulis agar terus memacu dirinya untuk terus berkarya demi kelangsungan batik Port Numbay.
“Saya ingin mama-mama dan bapak-bapak yang menjadi peserta pelatihan membatik agar pulang nanti kompor jangan dimatikan, artinya kompor untuk memasak lili dalam membatik tulis jangan dimatikan, artinya teruslah memproduksi batik dilingkungan kelurahan masing-masing,” kata Jimmy.
——————————————————-
Senin, 1 Juni 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...