Tiga Warga Sipil di Sumbar Jadi Korban Salah Tembak

Kapolda Sumbar
PADANG – Tiga warga sipil menjadi korban salah tembak dari aparat kepolisian yang menggelar razia dan pencegatan tahanan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sijunjung, pada Juma’t (26/6/2015) dini hari.
Kapolres Solok, AKBP Guntur Hindarsyah mengatakan, kejadian ini terjadi di kawasan Polsek Sungai Lasi. Dalam melakukan pengejaran tahanan yang kabur, Polisi menggelar razia. 
Saat melakukan razia, polisi memberhentikan mobil APV, yang menurut informan polisi, mobil tersebutlah yang digunakan oleh tahanan untuk kabur. Namun mobil tersebut tidak mau berhenti.
“Ini menimbulkan kecurigaan,” ujar Guntur.
Saat melakukan pengejaran, petugas menembak mobil APV tersebut. Sayangnya, di dalam mobil itu bukan tahanan yang dikejar. Mobil itu berisi tiga warga sipil yakni M. Abdul Rahim (43), Desi Susanti (33) dan Anisa Yahya (5).
Akibat tembakan polisi, korban mengalami luka tembak di bagian punggung, paha kanan dan luka ringan di bagian wajah. Ketiga korban langsung dibawa ke RS Kota Solok untuk mendapatkan perawatan. Namun, untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh korban, kepolisian merujuk tiga warga itu ke Rumah Sakit Bhayangkara, Padang.
Namun keterangan yang di berikan Kapolda berbeda. Menurut Kapolda  Brigjen Pol Drs Bambang Sri Herwanto, M.H, bukan penembakan namun hanya pantulan peluru.
“Itu hanya pantulan peluru, dan kesalahpahaman ini telah kami selesaikan  dengan pihak keluarga yang menjadi korbannya,” ujar Bambang, Sabtu (27/6/2015) dini hari.
Sampai berita ini dibuat, CND belum memperoleh kepastian, kenapa pengemudi APV ini lari saat polisi menggelar razia di Sungai Lasi. Pihak korban enggan diwawancarai. 
Dari data yang ada, salah tembak bukan kali pertamanya. Kasus salah tembak menimpa warga Pasaman Barat, atas nama  Iwan Mulyadi. Malangnya hingga kini belum mendapatkan apa-apa meski putusan Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2010 telah menyatakan bahwa polisi harus membayar ganti rugi sebesar Rp 300 juta.
Hingga kini, Iwan harus hidup diatas kursi roda dan tidak mampu menjadi pemuda seperti kebanyakan. Sedangkan keluarga iwan berada dalam keadaan ekonomi lemah. Ini bukan kali pertamanya polisi sembarangan menembakkan pelurunya.
——————————————————-
MINGGU, 28 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...