Tingkatkan PAD, Pemkot Jayapura Gunakan Sistem pajak Online

Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano
JAYAPURA – Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa dan perdagangan yang diandalkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura membuat pajak online yang disebut Sistem Informasi Pajak Online Daerah (Simpoda) untuk mengintensifikasi pengelolaan pajak dan retribusi daerah secara jujur, transparan, akuntabel, biaya efisien serta efektif.
Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano saat melauncing sistem Online pajak di Kota Jayapura, Senin (15/06/2015) menyebutkan, sistem Online pajak yang diterapkan pemkot Jayapura diperuntukkan pajak hotel, restoran, dan pajak hiburan. Ia berharap, penerapan tersebut dapat meningkatkan PAD Kota Jayapura.
“Law of increasing retur, karena semua pihak terkait Management perusahaan, pemilik perusahaan dan pemerintah sama-sama membuka diri dalam membayar pajak daerah,” ujarnya.
Disebutkan, sumber daya alam di kota ini sangatlah terbatas, topografi dengan kontur tanah yang bergelombang bukit dan gunung dan hanya sebagian wilayah saja yang produktif sebagai area pertanian, perikanan dan peternakan yaitu di distrik Abepura dan Muara Tami saja.
Kontribusi hotel, restoran dan tempat hiburan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat diharapkan dan cukup besar terhadap PAD, berkisar 52 persen dan kontribusi PAD Kota Jayapura berkisar  33 persen.
“Kontribusi pajak hotel, restoran dan hiburan pada tahun 2014 lalu sebesar Rp 44 miliar lebih, sedangkan untuk PAD lebih dari Rp 134 miliar,” jelasnya.
Sistem online pajak terlaksana, lanjutnya, berkat dukungan dari PT. Bank Papua dan PT. Finet Indonesia, Jakarta. “Dan juga kepada para pengusaha, pemilik, management hotel, restoran juga tempat hiburan di Kota Jayapura yang bersedia bekerja sama untuk mewujudkan sistem online pajak daerah ini,” ujarnya.
Fachruddin Pasolo
Sementara itu, Kepada Dinas Pendapatan Daerah Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo mengatakan target PAD tahun ini lebih dari Rp 126 miliar dan realisasi PAD hingga 13 Juni tahun ini lebih dari Rp 59 miliar atau sebesar 47,26 persen.
“Pajak daerah Rp 46 miliar lebih, retribusi daerah Rp 11 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, nihil. Sementara lain-lain PAD yang sah lebih dari Rp 1 miliar dengan total keseluruhan Rp 59 miliar lebih,” kata Fachruddin.
Target standar, lanjutnya, per tanggal yang sama atau 110 hari kerja ditetapkan sebesar Rp 56 miliar lebih atau 44,93 persen. Sedangkan, pencapaian yang telah diraih pemkot Jayapura per tanggal tersebut melebihi dari standar dengan selisih Rp 3 miliar lebih garau 2,61 persen.
“Tujuan diterapkannya sistem online salah satunya untuk mengoptimalkan PAD di bidang hotel, restoran dan hiburan. Selain itu, mengurangi tingkat pelarian dan penggelapan pajak Tax Avoida / Tax Avoisen oleh sebagian wajib pajak pengusaha hotel, restoran dan hiburan yang kurang bertanggungjawab,” jelasnya.
Pajak online ini, lanjutnya, diberi nama Sistem Informasi Pajak Online Daerah (Simpoda) yang berbasis komputer. “Dapat membaca penerimaan pajak secara Rill Time yang diterima Oen masing-masing wajib pajak,” ujarnya.
——————————————————-
Selasa, 16 Juni 2015
Jurnalis       : Indrayadi Thamrin Hatta
Fotografer : Indrayadi Thamrin Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...