Tradisi Ngelop Jelang Ramadhan di Lampung

Tradisi Ngelop di Lampung
LAMPUNG – Bulan Sya’ban dalam kalender Islam akan segera berakhir. Itu berarti bulan Ramadhan akan segera tiba. Menyambut bulan penuh berkah ini, beragam tradisi unik dilakukan oleh masyarakat muslim Indonesia. Salah satunya dilakukan umat Muslim di pantai pesisir Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Di Lampung Selatan, berdasarkan pantauan CND, sepanjang pantai pesisir Lampung Selatan dipenuhi oleh warga yang mandi di laut menjelang bulan Ramadhan yang akan dimulai pada esok Kamis (18/6/2015).
Masayarakat Lampung Selatan tersebut menyebut kegiatan tersebut dengan tradisi Ngelop yang dilakukan oleh masyarakat kecamatan Kalianda, Lampung Selatan dan beberapa wilayah lain di Lampung Selatan. Dalam tradisi ini, masyarakat Kalianda mandi di laut beramai-ramai dengan niat menyucikan diri sebelum melakukan puasa di bulan Ramadhan.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan bersama keluarga lengkap bersama anak anak kami serta juga tetangga bersama ke pantai mandi untuk persiapan bulan suci Ramadhan,”ungkap Zainudin (45) kepada Cendananews.com di pantai Ketapang Kecamatan Ketapang Lampung Selatan Rabu(17/6/2015).
Ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya masyarakat Kalianda,Ketapang, Rajabasa serta pesisir pantai pantai Kalianda memadati kawasan pantai di pesisir Kecamatan Rajabasa, Kalianda, Bakauheni dan Ketapang.
Warga menggelar tradisi Ngelop atau membersihkan diri untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Tradisi ini dilakukan di Pantai Ketang Kalianda pada sore hari hingga maghrib, bertepatan dengan pergantian tanggal memasuki bulan Ramadhan. Waktunya biasanya menjelang pertengahan sore atau sekitar pukul 15.00 WIB hingga matahari terbenam sebelum tiba waktu shalat magrib.Selain di pantai Ketang juga di Pantai ketapang, pantai Bakauheni serta pantai pantai lain.
Semua warga baik anak-anak hingga orang dewasa mengikuti tradisi ini. Mereka asyik mandi di pinggiran pantai yang punya bentangan pasir putih cukup panjang tersebut. Selepas mandi, biasanya mereka kemudian bermain di tepi pantai.
Tradisi ngelop dilakukan sejak bertahun-tahun lalu hingga saat ini. Dan tradisi ini telah menjadi kebiasaan warga Lampung Selatan menjelang puasa secara turun-menurun. Dengan mandi di laut, mereka berharap dapat mensucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Warga juga percaya, dengan menjalankan tradisi Ngelop, mereka dapat menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh tanpa adanya gangguan apapun.
Sementara menurut warga Desa Gayam Kecamatan Penengahan, Samsuri (50) dalam tradisi ngelop ,selepas mandi di laut, ribuan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan juga menggelar tradisi Bancakan. Tradisi Bancakan merupakan tradisi makan bersama di pinggir laut sembari melakukan tradisi Ngelop. Tradisi Bancakan bermakna syukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan. 
“Kami makan bersama dengan membawa ikan mentah lalu dibakar ditepi pantai dan dimakan dengan daun pisang secara bersama sama dengan anggota keluarga,”ujar Samsuri yang mengajak isteri, anak dan cucunya.
Selain itu makna lain dari tradisi Bancakan menurut Samsuri yakni membangun silaturahmi dengan sesama untuk dapat saling memaafkan saat akan memasuki bulan suci ramadan. Seperti halnya Ngelop, tradisi bancakan ini juga telah secara turun temurun dilakukan. Biasanya kegiatan ini dilakukan sepanjang bulan tiga dalam kalender Hijriah hingga satu hari menjelang bulan puasa.

——————————————————-
Rabu, 17 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...