Travel Gelap dan Kendaraan Kelebihan Tonase Akan Ditindak

LAMPUNG – Maraknya travel gelap yang beroperasi di Lampung pada hari biasa dan menjelang masa masa liburan puasa dan Lebaran membuat Dinas Perhubungan Provinsi Lampung bertindak tegas. Keberadaan travel gelap di kota BAndarlampung bahkan hingga Pelabuhan Bakauheni secara kasat mata terlihat di terminal rajabasa dan terminal Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Keberadaan travel gelap dengan tanpa melengkapi izin trayek bahkan terlihat dengan plat nomor kendaraan yang bukan untuk peruntukkannya, membuat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung mengungkapkan akan melakukan tindakan tegas.
“Jelas keberadaan travel gelap tersebut merugikan pengusaha travel resmi dan juga bagi Dishub mereka tentu tidak mengurus perizinan trayek maka harus ditindak tegas,”ujar Idrus Effendi, Jumat (26/6/2015).
Selain itu keberadaan travel gelap tersebut mengakibatkan ketidaknyamanan bagi penumpang di jalan raya terutama saat terjadi persaingan rebutan penumpang. Aksi kebut kebutan karena mengejar “jatah” penumpang juga membahayakan para penumpang. Selain itu aksi kejahatan pada travel tak resmi tersebut membuat tidak ada pihak yang bisa bertanggungjawab.
Selain terkait travel tak resmi, demi kenyamanan pengguna jalan raya  Idrus juga menambahkan untuk pengamanan infrastruktur jalan menjelang arus mudik lebaran, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak SKPD setempat, dan terus mengawasi kendaraan yang berlebihan tonase di tiga jembatan timbang. 
“Apabila kendaraan melanggar tonase berlebihan akan tindak tegas. Pasti akan ditindak, agar jalan-jalan yang akan dilewati pemudik tetap bagus dan nyaman dilalui,” ungkapnya.
Dari pantauan Cendananews.com akibat dilalui kendaraan dengan tonase berlebihan mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Jalinsum rusak parah. Namun beberapa ruas jalan diperlebar dan sedang dalam tahap perbaikan.
Idrus Effendi mengatakan tarif angkutan kendaraan baik itu roda empat, kereta api, pesawat terbang, dan kapal laut dipastikan tidak ada kenaikan saat arus mudik dan arus balik 2015.
Ia menegaskan keputusan tidak ada kenaikan kenaikan tarif untuk arus mudik tahun ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17/2015 yang berlaku mulai tanggal 1 April 2015 lalu.
Dari pantauan CND keberradaan travel tak resmi justru terlihat banyaj di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni. Para sopir travel tak resmi tersebut memanfaatkan jasa ojek untuk mengantar penumpang dari Pelabuhan Bakauheni.

——————————————————-
JUMAT, 26 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...