Umat Budha Rayakan waisak di Maha Vihara Buddha Maitreya Bali

Umat Budha Berdoa
CENDANANEWS (Denpasar) – Peringatan Hari Raya Waisak 2559 yang jatuh tepat pada tanggal 2 Juni 2015 di Maha Vihara dan Pusdiklat Buddha Maitreya, Jln Gunung Soputan No.88 Denpasar berlangsung sederhana namun dalam suasana penuh hikmat. Vihara membuka tempat ibadah selama 24 jam untuk memberi kesempatan umat Buddha Denpasar melakukan doa suci.
Hari Raya Waisak Merupakan peringatan Kelahiran Buddha Satyamoni sekaligus hari turunnya pencerahan kepada beliau untuk dapat melaksanakan Dharma kepada dunia.
Dalam memanjatkan Doa, Umat Buddha Maha Vihara melakukan sakramen suci dihadapan tiga Buddha. Pertama kepada Buddha Satyamoni, yang merupakan inti peringatan hari waisak agar diberikan pencerahan Dharma agar bisa menjadi penyebar kebaikan dan kedamaian bagi dunia. Kedua kepada Buddha Kuan Kung (Jendral Besar jaman tiga kerajaan di China) yang merupakan simbol Kekuatan Cinta Negara, Rakyat, dan Keluarga. Ketiga kepada Buddha Kuan im (Dewi Kuan im) yang merupakan Dewi Cinta kasih, dimana beliau diyakini sejak dalam kandungan sudah menjadi vegetarian atau tidak makan segala jenis daging.
Lili Veranika, Humas Maha Vihara yang kami temui di Maha Vihara mengatakan, umat Buddha Maha Vihara merupakan Umat Buddha beraliran Ajaran Buddha Maitreya, yaitu Buddha Ke-10 sekaligus Murid Terbaik dari Buddha Satyamoni yang menurunkan doktrin bahwa menyebarkan kebaikan tidak memandang suku, agama, dan ras. 
“Oleh karena itu Maha Vihara selalu berupaya melakukan Dharma Bhakti kepada masyarakat dalam wujud kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini sama saja dengan kami telah melakukan Bhakti kepada Negara kami Republik Indonesia seperti tauladan dari Buddha Kuan Kung,” kata Lili menambahkan.
Maha Vihara dan Pusdiklat Buddha Maitreya yang sudah berdiri sejak Tahun 2012 adalah salah satu Vihara dengan bangunan unik, yaitu menggabungkan ornamen-ornamen Tiongkok dan Bali.
“Ini wujud penghargaan kami yang setinggi-tingginya bagi masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar yang dengan tangan terbuka telah menerima kami umat Buddha untuk bisa beribadah di Tanah Dewata sesuai keyakinan kami, Terima Kasih Bali,” tutur Lili lagi sambil tersenyum.

——————————————————-
Selasa, 2 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...