Uniknya Kerbau Moa di Kabupaten MBD, Susunya Pengganti Air

Kerbau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku
AMBON – Ada keunikan tersendiri dari ternak Kerbau Moa di kabupaten MBD. Buktinya, jika musim kemarau (panas) tiba, kerbau Moa dapat mengahsilkan susu segar yang dikonsumsi masyarakat pengganti air, termasuk dijual oleh para peternak guna melangsungkan hidup mereka.
Pasalnya, para peternak di Kabupaten MBD itu rata-rata orang miskin atau belum hidup sejahtera.
Elisabeth Kotadini salah satu Penyuluh Pertanian Ahli dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku, yang dikonfirmasi terkait ini mengakui, jika musim kemarau (panas), masyarakat MBD sangat kesulitan karena kekeringan air.
Dikatakan, saat musim kemarau masyarakat kabupaten MBD dapat terbantu dari hasil susu kerbau Moa. Bahkan saat musim kemarau masyarakat setempat mereka tidak minum air, tapi minum susu.
Pasalnya, jika musim panas atau kemarau di kabupaten MBD lebih panjang bila dibanding dengan daerah lainnya di Maluku.
Uniknya saat musim kemarau Kerbau Moa kabupaten MBD itu justru menghasilkan susu. Dimana kala itu banyak betina yang hamil tua dan melahirkan.
Populasi kerbau plasma nutfah endemic yang berasal dari Pulau Moa, MBD itu ribuan sehingga menghasilkan susu yang cukup bagi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.
Kata Elisabeth, seekor Kerbau Moa dapat menghasilkan lima hingga delapan liter susu sekali perah. Susu kerbau Moa itu selain dikonsumsi masyarakat selebihnya dibuat fermentasi susu bubuk menggunakan getah pepaya.
Diakuinya, pengolahannya masih secara tradisional oleh masyarakat tanpa ada bantuan teknik pengolahan dari pihak berkompeten.
“Saya sendiri sudah pernah minum susu kerbau Moa. Jika dibanding dengan susu sapi segar, susu Kerbau Moa lebih baik sebab tidak amis seperti susu sapi,” terangnya.
Sayangnya, belum ada penelitian yang dilakukan terkait kadar gizi susu kerbau Moa.padahal seharusnya Pemkab maupun pemprov melakukan penelitian terkait produk susu kerbau Moa di Kabupaten MBD.
Menurut Elizabeth, pengkajian tentang susu Kerbau Moa seharusnya dilakukan oleh pemerintah sebab itu merupakan potensi lokal yang wajib dikembangkan.
“Banyak pihak perlu tahu tentang ternak dan susu yang dihasilkan,” ujarnya.
Kerbau Moa adalah jenis kerbau lumpur (swamp buffalo). Kerbau ini sudah lama terpisah dari habitat aslinya, juga memiliki kemampuan beradaptasi tinggi.
Penyebarannya pun tidak hanya di daerah yang berawa semisal di Kalimantan dan Sumatera, termasuk di wilayah beriklim kering seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.
Masyarakat memberikan nama sesuai nama daerah masing-masing. Seperti, Kerbau Pampangan (Pampangan, Sumatera Selatan), Kerbau Binanga (Tapanuli, Sumatera Utara), Kerbau rawa (di Sumatera dan Kalimantan), Kerbau Benuang (Bengkulu), Kerbau Sumbawa (NTB) dan Kerbau Moa (Kabupaten MBD, provinsi Maluku).
Khusus di kabupaten MBD yang kering itu, cara kerbau beradaptasi yakni hidup berkelompok, dan memakan pakan yang kering dan tidur dalam kandang batu.
Kerbau unik itu populasinya sudah berkurang lantaran banyak disembelih untuk keperluan tertentu dan dijual antar pulau, hingga ke Negara Timor Leste yang berbatasan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.
——————————————————-
SABTU, 27 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...