Usaha Jasa Pencucian Mobil dan Motor Menjamur di Lampung

LAMPUNG – Usaha cuci mobil dan motor mulai menjamur dalam dua tahun terakhir di wilayah Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan Provinsi Lampung. Menjamurnya usaha cucian mobil dan motor tersebut terlebih letak strategis Kecamatan Penengahan yang berada di perlintasan Jalan Lintas Sumatera Lampung. Dari pantuan media CND di tahun tahun sebelumnya hanya sekitar belasan usaha cuci mobil dan motor, namun kini mencapai puluhan bahkan jaraknya berdekatan.
Salah satu pemilik usaha ini, Gultom (36) mengaku awalnya ia memiliki usaha bengkel kendaraan bermotor di sekitar depan kantor BRI Unit Penengahan. Sementara usaha bengkelnya mulai maju dan banyak kendaraan datang untuk servis para konsumen terkadang menginginkan kendaraan mereka dicuci.
“Awalnya buka bengke, berhubung permintaan dan kami masih punya lahan sekitar 100 meter kami gunakan untuk membuat bak penampungan air serta lokasi cuci mobil dengan atap,”ujar Gultom kepada media CND, Minggu (21/6/2015).
Bermodalkan uang yang dimilikinya ditabungan ia mengumpulkan modal berupa uang yang dipergunakan untuk membeli pompa air, kompresor, dan peralatan cuci, seperti sabun, sampo motor, sikat, kain lap (kanebo), dan pengilat cat motor/mobil.
“Modal yangs aya miliki kala itu termasuk untuk perbaikan tempat sesuai dengan kebutuhan, seperti membuat kran dan saluran air serta tempat duduk agar konsumen nyaman,”ungkap Gultom.
Selain tenaga kerja yang bekerja di bengkel ia akhirnya memiliki tiga orang karyawan yang bertugas mencuci motor dan mobil. Tiga tenaga karyawan tersebut salah satunya merangkap sebagai tenaga administrasi.
Terbukti dengan usahanya tersebut akhirnya mulai banyak pemilik kendaraan yang datang ke tempat cucian yang diberinya nama “Gultom Car Wash”. Kondisi semakin banyaknya pemilik kendaraan yang akan menggunakan jasa pencucian kendaraan motor dan mobil.
Situasi tersebut mengakibatkan kerapkali karyawan yang dimilikinya kewalahan melayani konsumen bahkan harus bekerja hingga malam hari untuk mengerjakan puluhan kendaraan yang harus dicuci.
Peluang tersebut yang digunakan oleh warga lain yang memiliki lahan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.  Sang adik, Jhoni (35) membuka usaha sejenis tepat di samping usaha sang kakak. Bahkan meski berdekatan usaha tersebut tak menjadi saingan karena selalu saja ada pemilik kendaraan bermotor baik motor maupun mobil yang datang.
“Apalagi menjelang weekend atau akhir pekan semakin banyak kendaraan yang dibawa untuk dicuci karena biasanya mau digunakan untuk akhir pekan,”ujar Jhoni.
Pada awal awal membuka usaha cucian, Jhoni mengingat masih mematok harga cuci kendaraan berkisar Rp4.500,- Rp6.000,- namun kini untuk kendaraan bermotor ia sudah mematok Rp7.000,- sekali cuci dan untuk kendaraan mobil kecil bisa mencapai Rp15.000,- dan kendaraan besar bisa mencapai Rp30.000,-.
“Saya menggaji karyawan berdasarkan jumlah kendaraan yang dicuci sehingga pembukuan selalu harus rapi dan karyawan akan semakin rajin bekerja,”ungkap Jhoni.
Usaha yang ditekuni oleh Gultom,Jhoni pun semakin dilirik pemilik lahan lainnya. Potensi lokasi di tepi jalan serta berada di dekat ledeng atau saluran air dari sungai Way Bomati membuat pasokan air lebih mudah diperoleh.
“Banyaknya pemilik usaha cucian mobil karena air mudah diperoleh dan tidak mengganggu penggunaan air terutama bagi para petani,”ungkap Wasiman, pemilik usaha serupa.
Lokasi yang mereka gunakan membuat air yang ditampung dibak bak penampungan setelah digunakan akan mengalir lagi ke saluran air sehingga tak terbuang.
Tak mengherankan awalnya usaha jasa cucian kendaraan yang jumlahnya hanya belasan kini sudah mencapai puluhan. Berbagai strategi marketing dilakukan diantaranya dengan membuat tempat cucian yang dikombinasikan dengan cafe serta dilengkapi dengan lokasi untuk bersantai di dekat pemancingan ikan. Selain itu fasilitas jasa cuci yang menggunakan hidrolik serta fasilitas lain ditawarkan untuk menarik konsumen.
Meskipun memiliki usaha sejenis namun dari pantauan media CND setiap usaha cucian tak pernah sepi dari kendaraan kendaraan yang akan menggunakan jasa pencucian tersebut.

——————————————————-
MINGGU, 21 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...