Wagup Minta Kebijakan Pusat Disesuaikan dengan Kondisi Daerah

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin
MATARAM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Amin meminta supaya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat bisa disesuaikan dengan kondisi di daerah, hal tersebut didasarkan atas adanya sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi daerah, khususnya NTB
“Harus disesuaikanlah kebijakan yang dikeluarkan dengan kondisi daerah, karena bagaimanapun antara daerah satu dengan daerah lain kondisinya berbeda-beda, termasuk juga dengan Jakarta, jangan disamaratakan” kata Amin di Mataram, Kamis (25/6/2015).
Amin mencontohkan kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mengadakan kegiatan bagi PNS di hotel, kalau untuk NTB yang merupakan daerah yang sumber PAD nya banyak mengandalkan sektor pariwisata, kebijakan tersebut jelas sangat merugikan daerah.
Selain merugikan daerah NTB, kebijakan tersebut juga membuat para pengusaha jasa perhotelan kalang kabut, dimana sebagian pendapatan hotel selain dari wisatawan, juga banyak bersumber dari kegiatan instansi pemerintah termasuk berdampak terhadap para karyawan hotel yang hampir terancam PHK.
“Untung saja kebijakan tersebut dievaluasi ulang dan memperbolehkan kembali melaksanakan kegiatan di hotel, kalau tidak bisa mati pariwisata kita dan berapa ribu karyawan yang bekerja di sejumlah hotel di NTB harus menganggur karena terancam PHK,”katanya.
Lebih lanjut, Amin mengatakan, kebijakan lain pemerintah pusat yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat di daerah adala peraturan Kemeterian Kelautan dan Perikanan yang melarang nelayan menangkap dan menjual lobster di bawah 200 gram.
“Segala sesuatu memang penting dibuatkan aturan untuk menjaga keseimbangan, termasuk soal lobster, tapi setidaknya jauh hari sebelum aturan diterapkan harus dilakukan kajian terlebih dahulu dengan melibatkan pemerintah daerah untuk melakukan harmonisasi,” ungkapnya.
——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...