Warga Celaket Adakan International Celaket Cross Cultural Festival

Kolaborasi tarian multikultural
CENDANANEWS (Malang) – Untuk kali ketiga, International Celaket Cross Cultural Festival (ICCCF) kembali digelar oleh warga Celaket yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispubar) kota Malang. Acara Festival tahunan ini diadakan di Kampung Celaket Gang III dan diikuti oleh 500 seniman dari dalam dan juga luar Negeri, Jumat (5/6/2015).
Menurut M.Dwi Cahyono salah satu panitia yang juga merupakan seorang Dosen Sejarah dari Universitas Negeri Malang , Celaket dulunya merupakan kawasan fasilitas publik dibidang pendidikan pada masa Kolonia dan terus berfungsi hingga kini. 
Posisi Celaket juga semakin penting pada paruh abad ke-19 dimana pada saat itu pemerintah Hindia Belanda menjadikan koridor Celaket hingga Kayutangan sebagai jalan poros menuju sentra Malang yaitu jalan utama yang menghubungkan alun-alun kota Malang denga Kota-kota lainnya di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya dan Pasuruan, ujarnya.
Tujuan diadakannya ICCCF menurut Dwi adalah untuk mengenang kembali sejarah kampung Celaket sebagai kampung tua sekaligus kampung bersejarah. Pada lintas masa, celaket menjadi ajang kegiatan lintas budaya, baik budaya pra sejarah, budaya Hindu, kristiani dan juga Budaya Islam. Sehingga Celaket juga bisa disebut Kampung Multikultural di Kota Malang. 
Festival Budaya kampung Cilaket adalah wahana untuk melestarikan, membina, mengembangkan dan mendayagunakan aset budaya lokal disuatu daerah, jelasnya.
ICCCF yang ke tiga ini menampilkan dua Tema pokok yaitu Ruwat Nuswantoro dan Topeng Asia. Tema ruwat nuswantoro memiliki arti mebersihkan diri dari hal-hal yang mengotori dan untuk menghilangkan petaka. 
Sedangkan Tema Topeng Asia relevan dengan kehidupan kesenian budaya Malang khususnya wayang topeng. Topeng Malang sudah waktunya ke forum kesenian Internasional. Dalam acara ICCCF nantinya juga akan mengkolaborasikan antara tari topeng malangan dengan tari topeng asia seperti Korea,ucapnya.
Acara ICCCF di mulai tepat pukul 13.00 wib dan dibuka oleh pertunjukkan tari Boedoyo Nawarito yang dilanjutkan orasi budaya oleh panitia. Acara ini kemudian diteruskan berturut-turut dengan pertunjukan tarian daerah seperti tari Notokng dari Kalbar, tari Panton Pinangan dari sambas, tari payung dari Padang, tari Empat Etnis dari Sulawesi Selatan dan terakhir tari Kolosan yang dibawakan oleh keseluruhan penari yang telah tampil.
Ditemui seusai menyaksikan penampilan dari para penari daerah khas Indonesia, Lim Hyung yang merupakan Master Topeng Korea mengaku bahwa tari Indonesia sangat menarik dan lebih banyak gerakannya daripada tari Korea dan juga akan menampilkan tarian topeng tradisional Korea. 
“Selain itu kami juga akan berkolaborasi dengan tari topeng Indonesia yang berasal dari tari Topeng Malang dan Solo,” ujar Lim Hyung.
Untuk acara ini penari sudah mempersiapkan diri selama enam bulan sebelum datang ke Indonesia, dan sepuluh hari untuk mempersiakan tari kolaborasi dengan tari topeng Indonesia.
Warga Celaket dan warga Malang sangat antusias dengan diadakannya acara ICCCF, terpantau cukup banyak masyarakat yang datang ke acara ini. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak bahkan wisatawan asing yang kebetulan datang ke Malang juga turut menyaksikan acara.
Festival ICCCF sendiri akan dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 5-7 Juni 2015.

——————————————————-
Jumat, 5 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...