Warga Jaong Minta Pemda Manggarai Kendalikan Tarif Angkutan

FLORES – Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai, Flores, NTT beberapa waktu lalu secara resmi telah menetapkan tarif angkutan ke berbagai wilayah kota dan desa. Hal tersebut sayangnya belum menjangkaui semua wilayah.
Di Kecamatan Satarmese, warga Desa Jaong masih mengeluhkan tidak turut terkendalinya tarif angkutan ke wilayah mereka oleh Pemda Manggarai. Pasalnya, tarif angkutan ke desa tersebut masih terhitung sangat tinggi.
“Padahal Ruteng-Lolang cuma Rp10.000. Sementara Lolang dekat dengan Jaong, kurang-lebih 5 kilometer. Kenapa ke Jaong tarifnya jauh lebih besar, Rp 20.000,” keluh seorang warga Desa Jaong, Rafael Jerubu, Senin (22/06/2015).
Rafael mengakui, pemilik angkutan cenderung semaunya menetapkan tarif angkutan. Pihaknya pun sejauh ini tidak bisa menolak karena belum ada ketetapan dari pihak pemerintah.
“Saya minta kebijakan Pemerintah Manggarai terhadap masyarakat Desa Jaong. Kita bisa menolak jika ada aturannya,” tuturnya berharap.
Jaong merupakan sebuah desa yang terletak tidak jauh dari Kota Ruteng.
“Kurang-lebih 30 kilometer dari Ruteng,” ungkap Rafael. 
Desa ini terletak di dekat Desa Lolang, kurang- lebih 5 kilometer jarak dengan desa tetangga tersebut. Akan tetapi, sejauh ini ada selisih tarif yang sangat besar antara angkutan ke Desa Lolang dan Desa Jaong. “Ke Desa Jaong, tarifnya dua kali lipat ke Desa Lolang,” imbuhnya.
Rafael coba membandingkan pula tarif angkutan ke Langkemajok dan Narang. Jarak Langkemajok- Ruteng, kata dia, lebih jauh daripada Ruteng- Jaong, tetapi tarif angkutannya malah jauh lebih murah ke Langkemajok, Rp 10.000.
Selisih jarak antara Narang-Ruteng jauh lebih besar lagi. “Sekitar tiga kali lipat jarak Ruteng-Jaong. Tapi tarifnya cuma beda sedikit. Ruteng- Narang, Rp 25.000. Sementara Ruteng Jaong, Rp 20.000,” terang Rafael.
——————————————————-
SENIN, 22 Juni 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Fotografer : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...