Warga Kota Batu Sulap Koran Bekas Jadi Rupiah

KOTA BATU – Apa yang terlintas saat melihat tumpukan koran tidak terpakai di rumah?. Kebanyakan orang mungkin akan langsung menjualnya ke pengepul barang bekas dengan harga yang murah per kilonya. 
Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Ibu Endang Susilowati yang akrab di sapa Susi. Ditangan wanita berusia 49 tahun ini, tumpukan koran tersebut justru dijadikan ladang penghasilan bagi dirinya. 
Endang Susilowati
Menurut Ibu tiga orang anak ini, berawal dari coba-coba dan kegemarannya melihat kerajinan anyaman yang biasanya terbuat dari bahan rotan maupun sintetis. Dari situ kemudian dia memiliki ide bagaimana jika rotan dan sintetis diganti dengan koran untuk membuat anyaman.
Setelah dicoba dan dipraktekkan beberapa kali dirumah, ternyata koran-koran bekas miliknya bisa dia gunakan untuk membuat anyaman dengan berbagai bentuk seperti tempat sandal, rak majalah, tempat tisu dan juga topi. Susi mengaku bahwa kerajinan koran bekas miliknya tersebut baru dia geluti sejak empat bulan yang lalu.
Meskipun masih tergolong baru, namun hasil karyanya tersebut selalu habis terjual. Kebanyakan yang membeli kerajinan anyaman koran miliknya adalah tetangga dan warga sekitar rumahnya.
“Setiap kali saya bikin anyaman koran yang sudah saya cat dan kebetulan ada tetangga yang lewat dan tertarik dengan hasil karyanya, biasanya langsung mereka beli”, ceritanya.
Susi biasanya membeli koran bekas seharga Rp. 1.500-2.000,- per kilonya. Dari koran-koran tersebut kemudian dia gulung kecil-kecil dan panjang. Setelah gulungan terkumpul banyak, gulungan-gulungan tesebut kemudian mulai di rangkai sesuai bentuk yang diinginkan. 
Setelah berbentuk, untuk tahap finishing diberikan lem perekat dibeberapa bagian dan kemudian di cat menggunakan cat kompresor agar tidak mudah rusak jika terkena air. Untuk harga anyaman korannya sendiri berkisar antara Rp. 15.000-75.000,-.
Kerajinan koran bekas ini untuk sementara masih dijadikan Susi sebagai kerjaan sampingan yang dia tangani sendiri. Sebelum memulai usaha kerajinan koran, sejak tahun 2005 Susi sudah terlebih dulu memiliki usaha kerajinan kertas dari kertas Asturo yang diberi nama “Paper Art Side” yang berlokasi di rumahnya di Jalan Darsono Barat Nomor 23 RT 04 RW 10 Kampung Hendrik Kelurahan Ngaglik Kota Batu. 
Dari kertas Asturo tersebut dia bisa membuat berbagai bentuk hiasan seperti lampu, naga, bunga, binatang dan bebrbagi bentuk lainnya. Kerajinan kertas asturo miliknya sudah merambah wilayah Jawa Timur dan Bali denga harga perbuahnya sepuluh ribu sampai jutaan Rupiah tergantung bentuk dan ukuran.
Untuk usaha kertas kerajinan Asturonya ini dia biasa dibantu 9 orang tetangganya untuk melipat kertas asturo. 
“Dari usaha kerajinan Kertas koran dan Asturo tersebut bisa meraup keuntungan bersih minimal Rp. 1.500.000,- per bulan,” akunya.
Selain bisa membuat kerajinan dari kertas koran dan kertas Asturo, Susi juga bisa membuat boneka, bad cover dan juga menjahit. Dari keahlian-keahliannya tersebut Susi mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengikuti kursus, dia biasanya hanya cukup melihat dan kemudian dia coba sendiri dirumah.
“Tuhan memberikan talenta berbeda-beda, kebetulan talenta saya ada di bidang ini dan saya sangat bersyukur untuk itu,” ujarnya.

——————————————————-
Selasa, 9 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...