Wayang Masih Difungsikan Sebagai Media Dakwah di Kulon progo

Berdakwah melalui media Wayang
KULON PROGO –  Pentas wayang kulit biasanya menceritakan tentang dunia pewayangan sebagai salah satu khasanah budaya Jawa. Tetapi sebenarnya wayang tak hanya sebagai tontonan belaka. Tetapi kini wayang telah dijadikan sebagai media tuntunan (dakwah) sejak dikenalkan oleh Sunan Kalijaga.
Salah satunya yang di lakukan oleh Ustad Muhammad Jazari, asal dari Kecamatan Nanggulan Kulon Progo yang mulai dikenal sebagai salah satu ustad yang menampilkan pentas wayang kulit sebagai dakwah dan syiar Islam. Dengan media wayang kulit, ia terlihat sangat piawai memerankan beberapa sosok tokoh wayang bak seorang dalang sungguhan.
“Dakwah dilakukan tidak hanya dengan ceramah saja. Tetapi melalui wayang kulit ini saya bisa menyampaikan dakwah. Melalui media wayang ini jamaah ternyata lebih memahami apa yang kita sampaikan,” ujar Ustad Jazari dalam pementasan wayang kulit di Terbah Pengasih Kulon progo belum lama ini.
Tak disangka pentas wayang kulit membuat suasana tambah meriah. Para jamah duduk dengan rela di atas tikar,mendengarkan wejangan dari sang ustad. Dengan memainkan karakter setiap tokoh wayang, ustad Jazari mengajak jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah. Dakwah melalui wayang juga memiliki kesan tak mengguruhi sehingga ajakan untuk beribadah dan beramal saleh tak terkesan dipaksakan.
Salah ia menjelaskan tentang ilmu agama, ustadz Jazari juga mengajak jamaah untuk menyisihkan sebagian harta untuk beramal atau sodaqoh khususnya untuk anak yatim piatu dan fakir miskin, serta menjelaskan tata krama dalam pandangan agama.
“Kami mengajak jamaah untuk tak lupa dengan Sholat dan nasib anak yatim. Karena membantu anak yatim merupakan amal ibadah yang sangat mulia,” tegas ustadz Jazari
Banyak pihak yang mengapresiasi dakwah dengan media wayang kulit ini. Pentas wayang kulit dan pengajian ini sengaja dilakukan untuk  mengetuk hati umat agar tetap pada kodrat nya sebagai mahluk. Dan memberikan ‘pitutur’/ nasehat. Terutama memiliki kepedulian pada fakir miskin dan anak  yatim. Dan tak lupa konsep dakwah seperti ini dapat menjadi media penerus penangkal terhada persoalan persoalan yang mengerus kebangsaan.
Semoga Ke depan akan lahir pemimpin-pemimpin agama, bangsa dan negara. Yang peduli dan berkualitas.

——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...