Wisata Religi, Makam Sunan Bonang di Tuban Jawa Timur

TUBAN – Tuban merupakan salah satu tempat jujukan sebagian besar masyarakat untuk melakukan ziarah Wali songo (9), karena di Tuban terdapat sebuah makam salah seorang wali dari sembilan wali yaitu Raden Maulana Makdum Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Bonang. 
Menurut sejarah, Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila putri Aryo Tejo tumenggung Majapahit yang berkuasa di Tuban. Raden Maulana Makdum Ibrahim menyebarkan Agama Islam di daerah Bonang Tuban dan Lasem yang kemudian dikenal oleh masyarakat dengan sebutan atau gelar Sunan Bonang. Sunan Bonang lahir pada tahun 1465 Masehi dan wafat 1525 Masehi.
Lokasi makam Sunan Bonang sendiri tidak jauh dari Alun-alun Tuban, tepatnya di belakang Masjid Agung Tuban. Untuk menuju lokasi makam, pengunjung diharuskan berjalan disebuah gang yang tidak jauh dari Masjid Agung Tuban. 
Di gang tersebut pengunjung akan mendapati banyak sekali pedagang yang menawarkan berbagai makanan dan minuman khas Tuban seperti Legen dan Siwalan. Bagi pengunjung yang ingin membawa oleh-oleh khas Tuban, disana juga dijual batik Gedog yang merupakan batik Khas Tuban.
Setelah pengunjung melewati gang tersebut, pengunjung akan memasuki halaman pertama dari kompleks Makam Sunan Bonang. Kompleks bangunan Sunan Bonang sendiri dikelilingi oleh tembok dan dibagi menjadi tiga halaman. Masing-masing halaman dibatasi pagar tembok penghubung antara halaman satu dengan yang lain berupa gerbang berbentuk gapura.
Pada halaman pertama terdapat dua bangunan pendopo dengan bentuk limasan yang berkontruksi kayu namun tidak berdinding. Bangunan ini kebanyakan digunakan oleh para peziarah untuk melepaskan lelah dan mempersiapkan diri sebelum masuk ke makam utama.
Untuk masuk ke halaman kedua, peziarah akan melewati sebuah gapura paduraksa yang terbuat dari bata dengan berbagai ukiran yang indah. Di halaman kedua ini, terdapat beberapa bangunan fasilitas seperti kamar mandi, toilet serta bangunan Masjid. 
Setelah melewati halaman kedua, peziarah bisa langsung memasuki halaman ketiga atau halaman utama dimana makam Sunan Bonang berada. Untuk memasuki halaman ini, peziarah diwajibkan melepaskan alas kaki sandal maupun sepatu. Di dalam halama utama ini, ratusan peziarah secara bergantian memanjatkan doa untuk Sunan Bonang maupun untuk mencari keberkahan. 
Menurut Ali salah satu peziarah dari Lamongan mengaku bahwa dirinya sudah ketiga kalinya datang ke Sunan Bonang. “ Tujuan kedatangan saya kali ini selain mendoakan Sunan Bonang juga agar saya bisa segera mendapatkan pekerjaan”, jelasnya.
Kebanyakan peziarah yang datang bukan perorangan namun beserta rombongan. Di halaman yang ketiga ini juga terdapat tiga buah gentong yang berisi air yang bisa langsung diminum oleh para peziarah.

——————————————————-
Rabu, 10 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...