Yanti Sembra Ukir Namanya Sebagai Pembatik Muda di Kota Jayapura

Yanti Sembra bersama Kepala Dinas Perindagkop Jayapura, Robert Awi

CENDANANEWS (Jayapura) – Dari lima puluh peserta pelatihan membatik tulis bercorak motif Port Numbay, muncul nama baru pembatik perempuan asal kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura dalam bursa pembatik Port Numbay di ibukota Bumi Cenderawasih. 
“Saya sebagai penanggungjawab dari pelatihan membatik, memilih satu yang terbaik dari 50 peserta terbaik dari kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Kelompok tersebut ada satu nama yang saya nyatakan terbaik, dia adalah Yanti Sembra. Dalam tiga hari pelatihan dia berhasil memproduksi tiga batik tulis berukuran 1 x 1 meter,” kata Instruktur membatik corak Port Numbay, Jimmy Affar, belum lama ini. 
Dikatakannya, pembatik muda Yanti Sembra mempunyai semangat yang tinggi dan memotivasi para peserta pelatihan membatik lainnya. Setelah menyelesaikan 3 lembar kain yang di sulap menjadi kain batik Port Numbay, lanjut Jimmy, ia juga berikan motivasi kepada kaum muda mudik diluar sana untuk terus berkarya dalam membuat batik.
Pencetus Batik Port Numbay, Jimmy Affar
“Inilah contoh yang terbaik, tapi mama-mama yang lain juga adalah terbaik. Inilah contoh anak muda masa depan. Saya harap mama-mama terus bersama saya, tidak jauh dari saya, pintu pendopo ini terbuka lebar bagi siapa saja yang mau belajar membatik,” ujarnya. 
Sementara itu, Yanti Sembra yang berusia 20 tahun ini mengaku dirinya sangat senang dengan apa yang telah ia capai. Namun, ia tak akan puas sampai disitu. Lantaran, ke depan menurutnya masih banyak tantangan yang dihadapi, mengingat para pembatik seumurannya belum menunjukkan bakatnya dalam membatik.
“Saya selama ini menggur, saya ingin kembangkan batik Port Numbay dan menunjukkan kepada dunia bahwa inilah batik Port Numbay, yang mempunyai keunikan tersendiri dalam corak motif kami,” kata Yanti sembari tersenyum malu.
Perempuan muda asli anak Port Numbay ini mengaku termotivasi dari Jimmy Affar yang telah mengangkat batik Port Numbay dari bawah hingga seperti saat ini, perlahan mulai dikenal dunia luar.
“Saya bercita-cita ingin membuat Abepura, Kota Jayapura menjadi kota batik Port Numbay. Seperti kami dari kampung Enggros, menunjukkan motif kami yakni motif dayung, ikan dan perahu,” imbuhnya. 
Sekedar diketahui, pelatihan membatik tulis yang digelar di Pendopo Batik Port Numbay ini berlangsung sejak tanggal 27-29 Mei yang dimotori Distrik Abepura, Kota Jayapura dan didukung para pembatik di pusat batik Port Numbay tersebut.
———————————————————-
Selasa, 2 Juni 2015
Jurnalis : Indrayadi T. Hatta
Foto : Indrayadi T. Hatta
Editor : Sari Puspita Ayu
———————————————————
Lihat juga...