10 Ribu Jiwa Warga di Kabupaten Puncak Papua Terancam Kelaparan

CENDANANEWS (Jayapura) – Hujan es yang melanda Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua tanggal 05-10 Juli lalu telah menyebabkan kerusakan total pada kebun masyarakat. Akibatnya, 10 ribu masyarakat setempat terancam kelaparan.
“Akibat hujan es yang terjadi tanggal 5 Juli kemarin membuat tanaman semua pada mati, akibatnya menjurus ke kelaparan,”kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Juliana Kelay kepada media ini dari ujung selulernya, kemarin (13/07/2015).
Disebutkan, bantuan dari pemerintah daerah, berupa Bahan Makanan telah siap, namun ada beberapa kendala yang dihadapi pemerintah setempat untuk menyalurkan bantuan, bencana yang berulang dan sulitnya transportasi.
“Kami sangat mengharapkan kemungkinan Pemerintah Pusat melihat bencana ini, karena bencana ini merupakan bencana Nasional, dalam distrik Agandugume itu ada 3 kampung,” katanya.
Menurutnya, tiap tahun akan terjadi hujan es yang pastinya akan terjadi kekeringan. Pihaknya telah berikan bantuan ke Distrik Agandugume antara lain Beras, Supermie, Gula Kopi, Sauris. Namun untuk menyalurkan masih terkendala transportasi.
“Makanan yang akan kami drop, semuanya terkendala transportasi. Karena pesawat yang masuk ke Kabupaten Puncak hanya bisa dijangkau pesawat, itupun pesawat berbadan kecil dengan muatan 800 kilogram. Pesawat yang masuk kesini dari Maskapai Penerbangan Susi Air. Sedangkan kami harus membawa Bama tersebut dari Kabupaten Mimika menuju Kabupaten Puncak dengan pesawat kecil,” keluhnya.
Untuk antisipasi kedepan, pihaknya berharap ada bantuan helikopter dari pihak-pihak perusahaan yang ada di Papua. Ia juga mengeluhkan soal bandara yang hanya diperuntukkan pesawat berbadan kecil, sehingga dikesempatan ini pihaknya juga meminta Pemerintah Pusat perhatikan soal bandara yang ada di Kabupaten Puncak.
“Kalau jalan darat bisa dilalui, tapi hanya jalan kaki. Itupun harus berhari-hari, bahkan berminggu-beminggu, kalau seperti kami, tidak bisa lakukan itu. Kabupaten yang terdekat untuk mencapai Kabupaten Puncak dengan cara berjalan kaki adalah Kabupaten Lanny Jaya, juga dari salah satu Distrik Sinak,” jelasnya.
Hingga kini, kurang lebih 10 ribu warga tersebut belum di evakuasi, lanjutnya, warga masih menempati tempat tinggal mereka di Honai-Honai. “Bantuan ini baru beberapa karton saja yang baru masuk, kami baru bisa bawa Supermie 10 karton dengan beras 6 karung untuk berikan keringan kepada warga di Distrik Agandugume. Sebenarnya ini gaungnya Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), kami telah berkordinasi dengan mereka juga, disini kami jalin kordinasi, mulai dari Dinas Perhungan, Dinas Kependudukan dan lainnya,” ujarnya.
Direktur Aviation Mission Association (AMA), Djarot Soesanto mengaku pihaknya hingga kini hanya sesekali melayani masyarakat Puncak. “Kami sekarang sudah tidak kesana (Puncak) lagi, sejak terjadi penembakan-penembakan di kabupaten tersebut. Kalau kesana sini iya paling hanya satu atau dua kali,” kata Djarot.
Gubernur Papua: Pemda Puncak dapat atasi ancaman kelaparan warganya
Gubernur Papua Lukas Enembe

Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pemerintah daerah Kabupaten Puncak untuk mengatasi dampak dari hujan es yang membuat kebun-kebun kering, sehingga beberapa kampung terancam kelaparan.

Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, mengatakan fenomena alam hujan es yang terjadi di Kabupaten Puncak adalah hal yang biasa terjadi setiap tahunnya. Pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat terkait ancaman kelaparan 10 ribu jiwa warga di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak.

 “Saya pikir tidak ada masalah, karena pemda disana sudah bergerak, wakil bupatinya ada disana,” kata Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, Selasa (14/07/2015).

Pihak pemerintah provinsi Papua percaya bahwa pemerintah daerah Kabupaten Puncak dapat menangani masalah yang melanda warganya. Menurutnya, hingga kini pemda Puncak masih dapat menanganinya.

“Tidak ada bantuan dari kami, karena pak Bupati bilang dia yang bertanggungjawab, apa yang dihadapi rakyatnya,” ujarnya.

——————————————————-
SELASA, 14 Juli 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...