2500 Anggota TNI Polri Diterjunkan Dalam Operasi Ketupat di Maluku

Gelar pasukan
CENDANANEWS (Ambon) – Untuk menjaga ketertiban dan keamanan di khususnya Kota Ambon dan Provinsi Maluku umumnya, sebanyak 2531 aparat keamanan dari TNI dan Polri ditempatkan di 27 titik pengamanan di wilayah Provinsi seribu pulau tersebut.
Masing-masing 1095 personel dari Polda Maluku dan 1436 dari TNI dibawah naungan Kodam XVI Pattimura Ambon.
Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail
Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail, dalam gelar pasukan kepada wartawan di lapangan Merdeka Kota Ambon Kamis (9/7) mengatakan,  pasukan PAM lebaran idhul fitri 1436 hiriyah ini sesuai arahan Kapolri Badrodin Haiti.
Bersamaan dengan arahan Kapolri itu khusus di Kota Ambon Provinsi Maluku juga dilakukan operasi Ketupat Siwalima mulai Jumat 10 Juli 2015 hingga 20 Juli 2015.
“Provinsi Maluku saat ini sudah kondusif. Masyarakat juga sudah menyadari keamanan harga mati bagi mereka. Untuk itu, pengarahan aparat keamanan hanya untuk melanjutkan arahan dari Kapolri guna dilakukan operasi Ketupat Siwalima,” ujarnya.
Kapolda Maluku ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku. Dimana masyarakat telah menyadari bahwa berkonflik hanya membawa kesengsaraan atau tidak bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku yang telah sadar dan bersama-sama menjaga keamanan di negeri ini. Mari bersama kita menjaga keamanan di daerah ini,” anjurnya.
Menurut Kapolda, saat ini pihaknya intens melakukan patroli malam sebagai langkah pencegahan menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Misalkan, jika ada para pemuda yang nongkrong di pinggiran jalan di atas jam 12 malam, maka wajara aparat kepolisian membubarkan mereka, atau mengamankan mereka jika ketahuan dalam kondisi mabuk.
“Setiap malam patroli dilakukan di dalam kota Ambon untuk memastikan situasi keamanan dalam tetap kondusif. Anggota harus membubarkan para pemuda lebih dari lima orang sedang nongkrong, maka harus dibubarkan. Bahkan jika ada yang mabuk, maka harus diamankan di kantor polisi,” tegasnya.
Kapolda mengakui, gelar pasukan ini untuk semua aparat keamanan baik TNI maupun Polri di seluruh Kabupaten/Kota.
“Ada 2531 personel ini ditempatkan di 27 titik di seluruh Kabupaten/Kota untuk penjagaan dan operasi ketupat. Untuk itu harus ada pengertian dari masyarakat Maluku guna bersama membantu aparat kemanan menjagat situasi di daerah masing-masing,” anjurnya.
——————————————————-
KAMIS, 09 Juli 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...