Aktivis Anti-Reklamasi Gelar Aksi dengan Parade Budaya

CENDANANEWS (Denpasar) – Rencana Reklamasi Teluk Benoa menimbulkan polemik berkepanjangan di kalangan masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. ForBali sebagai salah satu komunitas pemerhati lingkungan hidup tidak pernah lelah menyuarakan keteguhan hati mereka bahwa reklamasi adalah awal dari bencana.
Dalam aksi dama berupa Parade Budaya di lapangan puputan Margarana Renon, gabungan aktivis anti Reklamasi Teluk Benoa yang di pimpin langsung oleh pentolan anti reklamasi teluk benoa, I Wayan Suardana atau lebih dikenal dengan Gendo menyuarakan bahwa semangat mereka menolak reklamasi teluk benoa takkan pernah surut apalagi mati.
Mereka menuntut Perpres No.51 tahun 2014 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) dibatalkan. Dimana salah satu poin terpenting dari aturan tersebut adalah mengubah peruntukkan Perairan Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan menjadi zona budi daya yang dapat direklamasi maksimal seluas 700 Hektare.
“Apapun yang terjadi kami takkan berhenti sampai Perpres No.51 tahun 2014 dibatalkan atau dicabut, itulah tujuan kami,” ujar Gendo singkat.
Suasana meriah, ramai, dan tertib dalam aksi tersebut sempat hampir meledak dikala para orator aksi berhasil menyentuh hati terdalam para demonstran, namun suasana tersebut segera mencair dengan beberapa aksi parade budaya.
Ngurah Penyont, seorang aktivis pencinta alam yang menolak reklamasi teluk benoa mengungkapkan alasan yang sangat natural atau alami. Ia tidak bisa mengerti bahwa reklamasi bukan hal yang merusak alam.
“Untuk apa merusak alam lalu memperbaikinya kembali, lebih baik dibiarkan saja. Alasan sebagai penunjang pariwisata sangat tidak masuk akal, tanpa di reklamasipun Bali sudah dikenal dunia Internasional. Itulah alasan saya menolak reklamasi atau revitalisasi,” jelas Ngurah dengan bersemangat.
Masing-masing pihak baik yang menolak maupun mendukung reklamasi harus mengerti bahwa alam bukan sesuatu yang bisa dieksploitasi dengan sembarangan untuk alasan apapun. Pemerintah harus mendukung pelestarian alam di daerah manapun wilayah NKRI termasuk Bali.
Harapan para demonstran adalah pemerintah terutama Presiden segera mencabut Perpres No.51 tahun 2014 sesuai janji beliau saat berkampanye Pilpres di Bali pada tahun 2014.
“Banyak mengumbar janji, susah kalau pemimpin seperti beliau itu,” ujar Fitri, seorang gadis peserta aksi dengan kesal.
——————————————————-
RABU, 08 Juli 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...