Anggota DPRD Kulon Progo Jadi Terdakwa Pemalsuan Data

Kajari Wates, Saring [Foto: Mohammad Natsir]
KULON PROGO —  Kejaksaan Negeri Wates Kulon Progo telah menerima berkas kasus pemalsuan data anggota DPRD Fraksi Gerindra, Suprapto dari pihak Polres setempat. 
“Kemarin kejaksaan sudah menerima berkas dari kepolisian. Berkasnya sudah lengkap atau P1 dan akan ditindaklanjuti dengan membuat dakwaan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates, Saring di Kulon Progo, Selasa (28/7/2015).
Setelah dakwaan selesai, pihaknya akan langsung menyerahkan berkas bersama tersangka ke Pengadilan Negeri Wates supaya kasusnya segera disidangkan.
“Pelimpahkan berkas paling lambat tujuh hari setelah diterima Kejari. Kemungkinan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Wates minggu depan,” katanya.
Selain itu, pihaknya akan melayangkan surat pemberitahuan kepada Ketua DPRD Kulon Progo terkait berkas dugaan pemalsuan yang dilakukan oleh anggotanya. Dengan surat pemberitahuan ini, sesegera mungkin ditindaklanjuti dengan menonaktifkan Suprapto sebagai anggota dewan.
“Setelah dilimpahkan ke PN Wates, status Suprapto berubah dari tersangka menjadi terdakwa. Sehingga, yang bersangkutan harus non-aktif sebagai anggota dewan,” ujar Saring 
Suprapto dijerat Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. Namun, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap tersangka dengan alasan ada tugas kedinasan yang harus diselesaikan.
“Keluarga dan kuasa hukum tersangka mengajukan permohonan tidak dilakukan penahanan dan berjanji tidak akan menghilangkan alat bukti. Tersangka masih aktif menjadi anggota dewan dan harus menjalankan tugas kedewanan,” tambah Saring
     
Sebelumnya, Kanit III Satreskrim Polres Kulon Progo Ipda Cakra mengatakan kasus yang diduga melibatkan anggota DPRD Kulon Progo dari Fraksi Gerindra Suprapto berawal dari laporan masyarakat. Yang bersangkutan diduga telah memalsukan formulir model BB-1, sehingga bisa lolos menjadi calon anggota dewan dari Partai Gerindra pada Pileg 9 April 2014.
      
“Kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan, dan setelah alat bukti cukup, kami menaikan kasus ke penyidikan dan menetapkan Suprapto sebagai tersangka,” kata Cakra.
      
Selain itu, Suprapto pernah dijatuhi vonis lima bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Wates dengan masa percobaan satu tahun. Vonis tersebut sesuai surat keputusan Nomor 134/PidB/2009/PN.WT tertanggal 3 Desember 2009 atas kasus Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat.
Dalam pemeriksaan Suprapto, Polres telah mendapat izin dari Gubernur DIY tertanggal 24 Februari 2015 Nomor 171/1629 tentang Persetujuan Pemeriksaan terhadap Anggota DPRD.(Mohammad Natsir)
Lihat juga...