Atasi Pencurian, Masjid Kuno Peninggalan Paderi Dilengkapi CCTV

Masjid Bingkudu Tampak Depan [Foto: Muslim Abdul Rahmad]
CENDANANEWS (Agam/Sumbar) – Untuk melindungi berbagai properti kuno eksotis, pihak pengurus Masjid Bingkudu yang merupakan bangunanan ibadah tertua di Agam, mengambil langkah memasangi sekeliling bangunan peninggalan perang Paderi (1803 sampai 1838 M) itu dengan cctv.
Lokasi Masjid yang didirikan sejak tahun 1813 masehi itu memang berada di luar pemukiman warga hingga berpotensi mendatangkan oknum-oknum tak bertanggung untuk memanfaatkan kondisi tersebut.
Disebutkan, CCTV ini sudah dipasang sejak satu tahun terakhir. Selain alasan keamanan, ternyata hal ini juga berfungsi sebagai faktor kenyamanan ibadah. Dan menghindari anak-anak bercanda (bergelut) saat sedang shalat.
“Buktinya, anak-anak tidak lagi bergelut-gelut sejak dipasangi sistem pemantau,” ujar pengurus, Ustad Arnova Dinata yang didampingi Ustad Zainal Zamrul, Selasa, (28/7/2015).
Ustad itu juga mengimbuhkan, pada dekade 90-an, sempat terjadi pencurian yang mengakibatkan salah satu benda berharga dan memiliki nilai sejarah yang tinggi di dalam masjid itu raib seketika.
”Kami tak mau hal ini terjadi lagi,” lanjutnya waspada.
Mesjid antik ini memang punya berbagai koleksi menarik dari mulai Mimbarnya masih asli, berbagai model lampu kuno yang sangat bernilai tinggi, serta ornamen-ornamennya yang memukau hingga dapat dipastikan mempunyai nilai yang amat tinggi bagi kolektor barang antik.
Ustad Zainal mengatakan, ada jenis lampu gantung yang berasal dari negeri Belanda.
”Lihat saja motif ukiran besi pada lampu ini, gaya arsiteknya Belanda,” ujar Zainal seraya membawa Cendananews berkeliling di dalam Masjid megah itu.
Benda cagar budaya ini terletak di jorong Bingkudu, Kanagarian Canduang Koto Laweh. Sebagai salah satu dari sedikit Masjid eksotis di Kabupaten Agam, keberadaannya cukup mengundang kedatangan pengunjung.
Tak sedikit pengunjung yang berasal dari luar daerah yang datang untuk melirik kemegahan Masjid antik ini.(Muslim Abdul Rahmad)
Ustad Zainal menunjukkan mimbar kuno

lampu kuno  hadiah dari Belanda
Lihat juga...