Becak Motor dan Nelayan, Saling Mendukung di Labuhan Maringgai

Becak Motor
CENDANANEWS (Lampung) – Aktifitas para nelayan di Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung yang menjadi rutinitas setiap hari. Pergi melaut dan menangkap ikan, pulangnya ikan dijual langsung di pelabuhan atau dikirim kedaerah lain.
Untuk pengiriman besar akan dimasukkan dalam kotak kotak berpendingin yang akan diangkut menggunakan kendaraan besar seperti L 300 atau truk.
Namun untuk pengirimab ke seputar wilayah Labuhan Maringgai, jasa pengangkutan menggunakan ojek becak motor terlihat banyak di sekitar pelabuhan Labuhan Maringgai. Beberapa diantaranya bahkan terlihat sudah mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan untuk dikirim bersama sang pemilik atau tanpa pemilik ke tujuan.
Adalah Hindun (34) salah satu pemilik becak motor yang sehari hari mengendarai kendaraan roda tiga dengan mesin tersebut. Hindun mengaku sudah sekitar 6 tahun menjadi penjual jasa becak motor.
“Selama enam tahun ini saya sudah menjadi pengendara becak motor biasa mangkal di sini untuk mengangkut hasil tangkapan nelayan  atau kebutuhan nelayan,”ungkap Hindun kepada media CND Senin (13/7/2015).
Ia mengaku selain mengangkut hasil tangkapan nelayan diantaranya ikan, kebutuhan nelayan lainnya seperti bahan bakar, es balok, serta peralatan lain yang perlu diangkut karena lokasinya yang jauh akan menggunakan jasa becak motor miliknya.
Becak motor dikendarainya dari belakang sementara barang yang diangkut diletakkan di depan bersama pemilik barang. Sekali angkut ke tujuan Hindun biasanya menentukan tarif berdasarkan kesepakatan dengan pengguna jasa becak motor miliknya. Kisaran harga Rp20.000,- hingga Rp30.000,- jika membawa barang cukup banyak dan jaraknya cukup jauh. Sementara jika hanya mengangkut orang tanpa barang tarifnya bisa lebih murah.
Kebutuhan akan becak motor tersebut diakui salah satu nelayan setempat, Amir (45) membantunya dalam memindahkan barang-barang yang ada di pelabuhan perikanan tersebut. Sayangnya keberadaan becak motor tersebut tidak diimbangi dengan infrastruktur jalan yang baik di wilayah tersebut.
“Sayangnya jalan banyak berlubang kalau musim kemarau berdebu sementara musim hujan banyak kubangan air,”keluh Amir.
Jika sedang tidak digunakan para pemilik becak motor biasanya berkumpul di sebuah tempat khusus sembari menunggu para pemakai jasa mereka. Kebersamaan dan juga keceriaan terlihat di wajah wajah pengojek nelayan yang berada di kawasan Labuhan Maringgai tersebut. 
Robby (30) yang baru menjadi pengocek becak motor sekitar 3 tahun mengaku pekerjaan tersebut dilakukan untuk menambah penghasilan yang bisa digunakan untuk menambah uang dapur. Tak hanya mengangkut keperluan atau barang barang milik nelayan, becak motor tersebut ungkap Robby sangat berguna untuk keperluan pengangkutan lain.
“Biasanya barang dagangan milik pedagang di pasar pun meggunakan jasa kami namun kami lebih banyak berada di sekitar pelabuhan ikan ini,”ujarnya.
Ia terus melakukan pekerjaan menjadi penarik becak bermotor meskipun bulan Ramadhan dan ia terus berusaha mengejar setoran untuk memenuhi kebutuhan keluarganya menjelang hari raya. Keberadaan becak motor menjadi sebuah pemandangan di Labuhan Maringgai yang sangat diperlukan nelayan setempat.

——————————————————-
SENIN, 13 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...