Bela Pancasila dan UUD 1945, Front Nasional di Deklarasikan

Deklarasi Front Nasional [Adista Pattisahusiwa]

JAKARTA — Pelaksanaan Amandemen UUD 1945 tahun 1999-2002 yang dinilai kebablasan, mengakibatkan bangsa Indonesia mengalami krisis di segala bidang kehidupan. 
Menyikapi kondisi tersebut, Letnan Jendral Marinir (Purn) Suharto bersama 40 organisasi masyarakat dan aktivis Pembela Pancasila dan UUD 1945 menggagas pertemuan dan diskusi serta mendeklarasikan Front Nasional.
“Front Nasional hadir melihat lunturnya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Serta sebagai pembela terhadap rongrongan pihak asing yang ingin mengaburkan dan menghujat Pancasila sebagai ideologi bangsa,”kata Ketua Umum Front Nasional, Letjen Marinir (Purn) Soharto di Gedung Proklamasi, Jakarta pusat, Rabu (29/07/2015).
Disebutkan, Front Nasional adalah organisasi massa yang independen dan non partai, dan keberadaannya untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari krisis multi dimensi.
“Kami sepakat menyatukan hati, tekad, pikiran dan langkah untuk berjuang bersama rakyat untuk menyelamatkan NKRI,” ujarnya.
Disebutkan, rusaknya idiologi selama ini tidak terlepas dari  Amandemen. Hal tersebut juga terjadi karena adanya kepentingan dan peran serta pihak asing.
“Saya sangat bangga dan menginginkan persatuan dan kesatuan, untuk melawan pihak pihak luar,” tandasnya
Mantan Jenderal Marinir ini juga mengajak seluruh anak bangsa meresapi, memahami dan melaksanakan kembali nilai-nilai, jiwa, dan semangat yang terkandung dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945.
Dan mengajak TNI mengambil sikap tegas menyelamatkan NKRI dari krisis multi dimensi yang mengarah kepada perpecahan, dan sekaligus mengawal Pancasila serta UUD 1945.
Acara Deklarasi ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H. Abraham “Lulung” Lunggana alias Haji Lulung serta tokoh tokoh masyarakat lainnya.(Adista Pattisahusiwa)


Lihat juga...