Belasan Sumur Warga di Desa Ini mengalami Kekeringan

Dua orang warga Desa Banyu Urip nampak sedang menimba air di sumur galian miliknya yang mulai mengering untuk kebutuhan berwudhu
CENDANANEWS (Lombok) – Belasan sumur milik warga Desa Banyu Urip Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kekeringan. Kekeringan tersebut selain disebabkan karena musim kemarau, juga disinyalir karena banyaknya sumur bor yang dibuat warga lain, baik untuk kebutuhan rumah tangga dan pengairan pertanian.
“Airnya sudah kecil dan keruh, hanya di waktu pagi hari hari saja airnya sedikit besar dan jernih, kalau sudah menjelang siang pasti air sumur akan mengecil dan keruh,” kata Nurhidayah warga Desa Banyu Urip, Selasa (7/7/2015).
Nursasih warga lainnya mengatakan kekeringan di Lombok bagian selatan setiap memasuki musim kemarau memang sudah biasa terjadi, termasuk juga tahun ini, tapi memang keringnya air sumur galian warga sekarang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sasih mengatakan, sekarang ini kekeringannya sangat parah, kalau sebelumnya meski musim kemarau panjang air sumur galian tetap besar dan jernih, meski tidak sebesar pada musim hujan, ini karena banyaknya jumlah sumur bor yang dibuat warga lain, sehingga kemungkinan besar air sumur galian warga disedot sumur bor.
“Semenjak keberadaan sumur bor yang jumlahnya tidak terkendali tersebut, sumur galian kita pada mulai mengering, mau buat sumur bor, biayanya mahal sekali, sampai belasan juta, sehingga hanya warga yang punya uang saja yang bisa memiliki sumur bor,” ungkapnya.
LeBih lanjut Sasih mengatakan, kebutuhan air bersih untuk minum sejauh ini memang kita bersama warga lain masih aman, tapi kebutuhan Mandi, Cuci dan kakus sedikit mengalami kekurangan.
——————————————————-
SELASA, 07 Juli 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...