Berkah Libur Lebaran Bagi Penyedia Jasa Penyewaan Ban


CENDANANEWS (Lintas Nusa) – Libur panjang perayaan hari raya Idul Fitri tidak saja telah berbuah berkah bagi para pengelola sejumlah objek pariwisata, namun juga bermafaat bagi masyarakat sekitar yang secara langsung terlibad didalamnya, salah satunya penyewaan berbagai peralatan berenang.

Di beberapa daerah, seperti di Lampung objek wisata pantai diantaranya Pantai Guci Batu Kapal, Pantai Bagus, Pantai Kalianda Resort, Pantai Kahay, Pantai Ketang serta pantai pantai lain diserbu ribuan warga yang hendak menikmati mandi di pantai

Sejak pagi hingga sore hari bahkan jumlah pengunjung ke berbagai tempat wisata air terus menunjukkan peningkatan. Menurut salah satu pengelola Pantai Guci Batu Kapal, Jonas (34) kepada media CND, omzet harian tempat wisata yang dikelolanya mengalami kenaikan hingga 500 persen lebih. Kenaikan tersebut menurutnya terjadi karena banyak warga di sekitar Lampung Selatan dan Provinsi Lampung berlibur ke pantai.

“Sejak pagi sudah berdatangan para wisatawan, yang jauh umumnya datang pagi hari sementara yang dekat siang hingga sore mereka datang ke pantai ini,”ungkap Jonas saat diwawancarai CND di pantai Guci Batu Kapal Lampung Selatan pada Minggu (19/7/2015).

Ia mengungkapkan omzet tersebut diperoleh dari jasa parkir dan tiket masuk ke lokasi tempat wisata. Ia bahkan mengungkapkan jika pada hari libur biasa hanya memperoleh omzet sekitar Rp1juta, pada libur lebaran yang pengunjungnya mencapai lebih dari 600 orang lebih omzet mencapai hingga Rp7juta. Padahal dihari biasa ia mengakui hanya kisaran 100 hingga 200 orang yang datang ke lokasi wisata tersebut.

Sementara itu lonjakan kedatangan para wisatawan yang memadati pantai pantai di Lampung Selatan juga berdampak positif bagi para pemilik usaha sewa ban. Ban dalam yang diberi angin tersebut digunakan sebagai pelampung bagi wisatawan anak anak yang mandi di laut.

Andi (26) salah satu petugas penyewaan ban mengaku menyediakan sekitar 400 buah ban yang disewakan dengan kisaran harga Rp20ribu per ban. Ia mengaku dalam dua hari terakhir memperoleh pendapatan sekitar Rp3juta dari penyewaan ban tersebut.

“Lumayan mas permintaan untuk memakai ban khususnya bagi anak anak meningkat saat libur lebaran ini meningkat dibanding hari biasa,”ungkapnya yang pada hari libur menyewakan ban di Pantai Bagus Kalianda.

Pantai Bagus yang berada di jajaran pantai pantai di Kalianda diantaranya Kalianda Resort, Pantai Beo, Pantai Sapenan dan dekat dengan jalan lintas Sumatera lebih dimintai. Akibatnya kendaraan berbagai jenis mengakibatkan kemacetan parah baik yang akan masuk ke kawasan wisata tersebut.

Anggota Polres Lampung Selatan bahkan terlihat kewalahan mengatasi kemacetan yang terjadi dari arah kawasan wisata, dari arah Bandarlampung serta dari arah pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Kemacetan terjadi akibat arus kendaraan pemudik dari pelabuhan Bakauheni serta menuju pelabuhan Bakauheni bertemu dengan para wisatawan di sekitar Kalianda.

Hal serupa juga terdapat di objek pariwisata, pantai yang masuk dalam kawasan geopark Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Libur lebaran juga telah membawa berkah tersendiri bagi penyedia jasa ban bagi ratusan warga yang  mandi di pinggir pantai Gili Lampu sambil terapung menggunakan ban dalam ukuran besar dan kecil.
“Untuk ukuran besar, kita memasang tarif 10 ribu, sementara untuk ukuran kecil kita pasang tarif hanya lima ribu rupiah, dengan tarif sebesar itu puluhan ban yang tersedia banyak disewa warga untuk digunakan mandi ke tengah sungai sambil terapung dan paling banyak disewa anak-anak,” kata Samsudin penyedia jasa ban pantai Gili Lampu, Minggu (19/7/2015).
Menurut Samsudin dalam sehari semenjak usai perayaan lebaran kemarin, dirinya bisa meraup keuntungan mulau 300 sampai 500 seharai, bahkan hari dengan tingkat kunjungan yang mencapai ribuan keuntungan yang didapat bisa sampai 1 juta rupiah.
Ahmad penyedia jasa lainnya bahkan mengaku harus memperbantukan empat orang temannya untuk membantunya melayani warga masyarakat yang hendak menyewa ban maupun mengawasi penggunaan ban-ban yang ada oleh para pengunjung, supaya usai digunakan lansung dikembalikan.

——————————————————-
MINGGU, 19 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi / Turmuzi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...