BI Himbau Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Lebaran

CENDANANEWS (Padang) – Peredaran uang palsu yang tak hanya saja dalam pecahan nominal, namun juga tersedia dalam pecahan yang lebih kecil patut di waspadai saat lebaran.
“Dari fakta yang kita temukan, uang yang dipalsukan tidak terbatas pada uang dengan nominal yang besar seperti Rp100.000 dan Rp50.000 saja, tetapi juga uang pecahan kecil, hingga pecahan Rp.5000, karena itu masyarakat harus lebih waspada,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), Puji Atmoko di Padang, Kamis (16/7/2015).
Cara mengenali uang asli masih dengan metode sederhana, yakni dengan 3D (dilihat, diraba dan diterawang) masih tetap ampuh untuk menentukan uang asli atau palsu.
“Jika selama ini kita berhati-hati terhadap uang pecahan besar, sekarang juga harus memperhatikan uang pecahan kecil. Jangan sampai kecolongan,”lanjutnya.
Dari  data Bank Indonesia, grafik peredaran uang palsu di Sumbar terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2010 ditemukan 135 lembar uang palsu. Pada 2011 naik menjadi 388 lembar. Temuan itu naik terus hingga 2014 menjadi 607 lembar. Sedangkan untuk 2015, hingga Mei menurut puji terdapat sebanyak 268 lembar uang palsu mulai dari pecahan kecil hingga besar.
Di Sumbar, menurut Puji, setiap kali lebaran, uang yang masuk akan lebih banyak dari pada uang yang keluar, karena itu masyarakat harus ekstra hati-hati, karena ada kemungkinan pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan moment itu untuk mencari keuntungan dengan mengedarkan uang palsu.
“BI telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Polda Sumbar untuk mengantisipasi peredaran uang palsu tersebut,” pungkas Puji.
——————————————————-
KAMIS, 16 Juli 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...