BP2KP Kabupaten Manggarai NTT Keluhkan Minim Tenaga PPL

CENDANANEWS (Flores) – Pola pendampingan kegiatan pertanian secara profesional ternyata belum maksimal menjangkaui semua desa di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Hal ini terungkap dalam keterangan pers Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan ( Kabupaten Manggarai, Hermene G. Hour kepada CND di Ruteng, Kamis (02/07/2015).
Hour mengungkapkan, dari keseluruhan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ditugaskan lembaganya, ada di antaranya masih harus menangani empat wilayah desa. Empat puluh tiga (43) di antaranya masih berstatus THL (Tenaga Harian Lepas) dan dibiayai oleh Pemerintah Pusat.
“Kita sejauh ini memang kesannya kurang optimal. Kurang optimal, ya karena itu tadi, satu PPL masih harus tangani empat Desa. Bagaimana mau optimal?,” ungkapnya.
Disebutkan, desa Jaong belum punya PPL sendiri. Ia masih satu PPL dengan Desa Ngkaer, Gololambo, dan Lolang. Keempatnya masih ditangani oleh satu tenaga pendamping. Itu pun status THL (tenaga harian lepas).
Dirinya mengakui, Undang-undang mensyaratkan, satu tenaga PPL harus bekerja hanya untuk satu wilayah desa. Akan tetapi, kata dia, ketentuan ini masih sulit diterapkan di Kabupaten Manggarai.
Kabupaten Manggarai sejauh ini memiliki sebanyak 162 wilayah desa dan hanya ditangani oleh 114 PPL. “114 tadi juga tidak sepenuhnya di lapangan. Ada penyuluh yang menangani wilayah kerja, tapi beberapa di antaranya di kantor,” jelasnya.
Hour melihat persoalan kekurangan tenaga pendamping pertanian desa di Kabupaten Manggarai disebabkan oleh kebijakan moratoriun formasi PPL untuk CPNS. “Kalau tidak salah ‘kan, pemerintah kita sudah moratorium formasi PPL, untuk Manggarai. Katanya, pegawai di Manggarai sudah banyak,” tutur Hour.
Dirinya berharap, pemerintah bisa melihat kembali kebijakan tersebut. “Saya sering membicarakan hal ini dengan Bupati. Barangkali pegawai sudah banyak di Manggarai. Tapi untuk kita di BP2KP, masih terlalu kurang,” katanya
——————————————————-
KAMIS, 02 Juli 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Fotografer : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...