BPK Satarmese Bantah Terjadi Gagal Panen di Hamparan Wae Mantar II

Ilustrasi
CENDANANEWS (Flores) – Pihak Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, membantah terjadi gagal panen di hamparan persawahan Daerah Irigasi Wae Mantar II, Kecamatan Satarmese. 
Hal tersebut disampaikan Kepala BPK Satarmese, Blasius Baru, ketika menganggapi informasi dari petani yang menyebutkan dirinya mengalami gagal panen akibat penyakit busung lapar.
“Kalau yang gagal panen di Wae Mantar II mungkin kemarin itu tidak ada,” ungkapnya kepada CND, Sabtu (18/07/2015).
Blasius mengakui, pihaknya menjalankan penyuluhan hampir setiap hari. “Dan belum ada laporan gagal panen selama ini,” katanya. 
Sebelumnya salah seorang petani di hamparan tersebut, Natus Agas menyebutkan, dirinya mengalami gagal panen di hamparan persawahan Wae Mantar II. 
“Saya sendiri merasa rugi besar. Musim tanam baru-baru ini saya cuma dapat 4 karung, 1 baris ukuran 50m x 50m. Padahal biasanya, bisa sampai 15 karung,” akuinya.
Gagal panen, menurut penglihatan dia, disebabkan oleh penyakit busuk batang. 
“Banyak tanaman padi tiba-tiba menguning saat masih berbunga,” tuturnya.
Saat kejadian seperti ini, dirinya mengakui, sangat membutuhkan bimbingan ahli teknik pertanian. Namun sejauh ini, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayahnya persis belum bekerja maksimal. 
“Kalau PPL, sebenarnya banyak,” katanya.
——————————————————-
SABTU, 18 Juli 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...