BPOM Jayapura Temukan 981 Pangan Tidak Memenuhi Ketentuan

Tim Balai Besar POM Jayapura lakukan uji lab bahan makanan di dalam mobil Lab BPOM Jayapura
CENDANANEWS (Jayapura) – Sebanyak 981 jenis produk makanan dan minuman ditemukan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), hal tersebut terdeteksi dari hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura di sejumlah titik pasar dan Mall yang ada di Kota Jayapura, Papua.
Dari 25.702 kemasan yang diperiksa, 908 item mengalami kerusakan, 55 item rusak, 15 item pangan Tanpa Izin Edar (TIE) dan 3 item lainnya Tidak Memenuhi Ketentuan Label (TMKL). Jumlah keseluruhannya diperkiran bernilai Rp 156.161.714,-
Kepala Balai Besar POM Jayapura, H.G.Kakerissa mengaku hasil intensifikasi pengawasan pangan menjelang hari Raya Idul Fitri, yang paling menonjol adalah kadarluarsa dari produk makanan dan minuman.
“Pangan kadarluarsa menjadi temuan paling banyak pada tahun ini, tren temuan masih menunjukkan hal yang sama,” kata Kakerissa, Kamis (16/07/2015).
Pihaknya telah melakukan pengawasan takjil untuk berbuka puasa di Kota Jayapura sejak hari pertama bulan Ramadhan hingga saat ini. Sampling dilakukan pada beberapa titik penjual makanan minuman berbuka puasa, lanjutnya, seperti di Pasar Youtefa, Pasar hamadi, Pasar Ampera, Waena, Dok IX, Jalan Baru Abepura hingga pasar perbatasan RI-PNG Skouw/Wutung.
“Jumlah sampel sebanyak 248 sampel dan hasil uji seluruhnya Memenuhi Syarat. Pada seluruh sampel tidak ditemukan penggunaan bahan berbahaya yang dilarang pada pangan,” ujarnya.
Ada 11 Kabupaten Kota yang menjadi pengawasan saat bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, yakni Kabupaten Jayapura, Keerom, Biak, Yapen, Nabire, Mimika, Jayawijaya, Merauke, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang dan Kota Jayapura.
Ia juga menambahkan, kosmetika dan obat tradisional juga menjadi sasaran intensifikasi pengawasan pihaknya, lantaran hingga kini cukup marak peredaran komestik dan obat-obatan tradisonal ilegal atau mengandung bahan yang dilarang seperti Bahan Kimia Obat (BKO).
“Sampai sekarang kami temukan 3.148 berbagai jenis obat tradisional dan kosmetika yang Tidak Memenuhi Ketentuan, dengan nilai ke ekonomian sebesar Rp 81.189.500,” ujarnya.
——————————————————-
KAMIS, 16 Juli 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...