Brigade Pompa Disiapkan Untuk Antisipasi Kekeringan di Kulon Progo

Pompa Air
CENDANANEWS (Kulon Progo) – Mengantisipasi tutupnya saluran pengairan induk ‘Kalibawang’ sejak awal Mei 2015 karena perbaikan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan menyiapkan brigade pompa air sebanyak 40 unit yang ditujukan untuk mengaliri sawah petani.
“Kami menyiapkan 40 unit pompa air yang bisa dipinjam petani untuk mengairi tanaman. Saat ini, 90 persen pompa sudah dipinjam petani,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo, Bambang Tri Budi Harsono, Jumat (10/7/15).
Setiap masa taman (MT) III, petani menanam palawija dan hortikultura, seperti jagung, kedelai, cabai, semangka, dan melon. Petani yang belum memiliki pompa, biasa meminjam pompa air ke dinas.
Hal serupa dijelaskan Sekretaris Dispertan Kulon Progo, Muh Aris Nugroho.  Pihaknya telah menyiapkan brigade perlindungan tanaman yang terdiri pompa air milik dinas dan petugas lapangan.
“Alat ini dipersiapkan supaya dimanfaatkan oleh kelompok dengan sistem pinjam pakai dengan gratis,” kata Aris.
Ia mengatakan petani Kulon Progo secara kelompok mengajukan pinjaman ke dinas. Mereka diberi kesempatan meminjam pompa air selama tiga bulan dengan biaya operasional menjadi tanggung jawab pemakai.
Mekanisme pinjamannya, kelompok mengajukan pinjaman yang diketahui pemerintah desa, kecamatan, dan petugas lapangan yang kemudian diajukan ke dinas.
Aris mengatakan Kulon Progo memiliki pompa air 711 unit dan traktor roda dua 614 unit yang disebar kepada kelompok tani di 12 kecamatan.
“Pada tahun ini, delapan kecamatan, yakni Pengasih, Sentolo, Panjatan, Galur, Nanggulan, Kalibawang, Temon, dan Wates yang mendapat 23 unit dari Kementerian Pertanian. Alat ini dibagikan ke kelompok-kelompok,” kata Aris.
Selain adanya pinjaman unit Pompa, kelompok tani juga mendapat bantuan pompa. Penyerahan bantuan memang sedikit mengalami keterlambatan. Keterlambatan ini disebabkan pengurusan administrasi.
Dia mengatakan bahwa ke 33 unit pompa air tersebut dibagikan kepada kelompok tani yang berada di Kecamatan Pengasih, Sentolo, Panjatan, Galur, Wates, Kalibawang dan Galur.
Dengan bantuan tersebut, diharapkan produktivitas dan produksi pertanian meningkat dalam rangka mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).
“Ke depan kami berharap petani tidak mengalami kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau. Mereka bisa memanfaatkan pompa dari sumber mata air terdekat, untuk menyirami tanaman mereka,” kata Aris.
Sedangkan Anggota Kelompok Tani Boga Lestari, Supriyanto mengatakan, pompa air sangat dibutuhkan petani karena setiap musim kemarau, petani selalu mengalami kesulitan mendapatkan air untuk menyirami tanaman.
“Biasanya saat musim kemarau, kami mengambil air dari sumur bor di ladang. Pompa air sangat dibutuhkan petani, untuk menyirami tanaman. Sedangkan, saat musim hujan bermanfaat untuk membuang air saat banjir,” kata Supriyanto

——————————————————-
JUMAT, 10 Juli 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...