Budidaya Ikan Menggunakan Kolam Terpal Mulai Diminati Peternak

LAMPUNG – Keterbatasan lahan tak menyurutkan warga di Dusun Sumbersari Desa Pasuruan untuk melakukan budidaya ikan. Budidaya ikan yang selama ini memerlukan kolam tanah dan membutuhkan lahan luas bisa disiasati dengan membuat kolam dari terpal.Selain keterbatasan lahan penggunaan terpal untuk pembuatan kolam dilakukan untuk menambah gizi keluarga dari budidaya ikan konsumsi tersebut.
Budidaya ikan dalam terpal inilah yang ditekuni oleh Dedi Setiawan (30) yang melakukan budidaya ikan secara kecil-kecilan selama dua tahun ini. Ia mengaku budidaya ikan dalam terpal dilakukan dalam dalam rangka membangun kemandirian ekonomi, bermodalkan media kolam dari terpal. plastik 
“Saya setahun ini sudah melakukan bididaya ikan dan kebetulan ini sedang mengganti bibit yang baru dibeli karena kemarin sudah sempat panen di kolam terpal ini,”ungkap Dedi kepada media Cendananews.com Rabu (1/7/2015).
Jenis ikan yang dibudidayakan oleh laki laki beranak satu ini masih sebatas ikan lele, ia pun berencana akan menambah jumlah kolam terpal miliknya dan juga jenis ikan patin selain ikan lele yang sudah dikembangkannya.
Dedi memngungkapkan membudidayakan ikan lele berangkat dari kesukaannya makan ikan lele bersama kawan kawannya dengan cara dibakar. Karena sering membeli ikan lele untuk dibakar bersama kawan kawannya ia berpikir untuk membudidayakan ikan lele tersebut dengan media terpal sehingga ia tak peru membeli ikan lele tersebut.
“Mengembangkan ikan lele pastinya menghemat pengeluaran dan  prospeknya cukup menjanjikan apalagi kalau ada yang membeli,”ungkapnya.
Ia mengungkapkan budidaya ikan lele tidak begitu sulit karena selain kebutuhan air bisa dipenuhi dari sumur Dedi tinggal di dekat sungai sehingga bisa melakukan pemompaan air saat kemarau.
Ia mengaku setahun sudah bisa membudidayakan ikan lele dalam jumlah cukup banyak. Selain untuk konsumsi sendiri ia mengaku budidaya ikan lele cukup menjanjikan dalam rangka meningkatkan perekonomian warga. Saat ini harga ikan lele di pasaran mencapai Rp17 ribu perkilogram.
Ditambahkan Jumino, pemilik kolam lele lainnya, budidaya ikan lele dikembangkan dengan membuat kolam ukuran 2 x 3 meter dengan menggunakan bahan terpal. Dengan ukuran yang sederhana itu mampu menampung benih ikan lele sampai 200 ekor. Jika dihitung mulai dari bibit, ikan lele bisa dipanen pada bulan keenam. Namun untuk usaha pembesaran dalam hitungan tiga sampai empat bulan sudah dapat dipanen.
“Satu ekor ikan lele minimal bisa mencapai 6 hingga 7 ons, tapi jika dibudidayakan lebih lama, berat ikan semakin bertambah,” tandasnya.
Jumino berharap budidaya ikan lele ini bisa membuat warga di tempatnya tinggal tertarik untuk mengembangkan ikan yang sama. Dengan demikian, nantinya daerah tempat tinggalnya akan lebih bisa memenuhi kebutuhan akan ikan air tawar.
Selain dua warga tersebut puluhan warga lain juga mulai berminat mengembangkan ikan lele dan patin menggunakan kolam terpal. Pengembangan kolam terpal tersebut dilakukan untuk meningkatkan perekonomian warga serta menambah kebutuhan warga akan ikan air tawar.

——————————————————-
RABU, 01 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...