Bulog Papua Datangkan 466 Ton Beras Komersil asal Sulsel

Beras Komersil asal Sulawesi Selatan saat diturunkan dari Kontainer

CENDANANEWS (Jayapura) – Divisi Regional (Divre) Bulog Papua mendatangkan 466 Ton beras komersil dari Sulawesi Selatan untuk menjaga stabilitas harga beras di Papua, serta memenuhi kebutuhan masyarakat sambut hari raya Idul Fitri mendatang.
Arif Mandu, Kepala Divisi Regional Bulog Papua mengaku beras standar premium yang didatangkan bakal dijual dengan harga Rp 10 ribu perkilo pada lapak yang dibuka di samping kantor Bulog tersebut.
“Kami sudah datangkan beras komersilnya dan ini nantinya ada dalam rangka pasar murah menjelang hari raya besar keagamaan idul fitri. Untuk tahun 2015 ini kami alokasikan 466 ton untuk seluruh daerah di Papua. Dan kami berikan kepada masyarakat dibawah standar harga pasar yang rata-rata Rp 12 ribu perkilo,” kata Arif, Selasa (07/07/2015).
Menurutnya, untuk wilayah Jayapura dan sekitarnya, pihaknya telah mengalokasikan 168 ton beras komersil u tuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Keseluruhan beras kini telah berada di gudang bulog dan tinggal dipasarkan pada lapak yang sudah disiapkan.
“Ada 7 kontainer dengan total muatan 168 ton, kami tempatkan di Jayapura. Dan kontainer ketujuh atau yang terakhir sudah masuk dan bongkar muat,” ujarnya.
Stok beras untuk wilayah Papua dan Papua Barat di gudang dolog, menurutnya, saat ini telah mencapai sekitar 50 ribu ton. Pihaknya yakin stok mampu bertahan hingga 4 bulan kedepan.
“Saya bisa katakan empat bulan kedepan aman. Jadi saya kira masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu borong beras. Setiap saat dan kapan pun mau beli beras komersil yang Bulog jual kami selalu sedia dan kami membuka stand di kantor,” imbuhnya.
Sania, salah satu konsumen beras komersil mengaku dirinya sering membeli beras komersil yang dijual pada toko-toko. Ia juga berterima kasih jikalau memang benar ada penjualan beras komersil dengan harga terbilang murah di bulog Papua.
“Kalau informasi itu benar, saya sangat senanglah. Kan sudah mau lebaran, otomatis beras yang paling utama untuk membuat ketupat dan buras,” kata Nia, sapaan akrabnya.
Kepala Divisi Regional Bulog Papua, Arif Mandu saat melihat langsung proses pemindahan beras komersil ke kantor Bulog Papua
——————————————————-
SELASA, 07 Juli 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...