Danrem: Waspadai Intervesi Asing yang Memecah Belah Bangsa

Danrem 162 Wira Bhakti, Lalu Rudy Irham Sri Gede
CENDANANEWS (Mataram) – Komandan Danrem 162 Wira Bhakti, Kolonel CZI, Rudy Irham Srigede mengingatkan kepada segenap lapisan masyarakat termasuk aparat pemerintahan di NTB, untuk senantiasa mewaspadai adanya upaya-upaya intervensi asing yang bisa memecah belah persatuan bangsa, melalui serentetan konflik bernuansa agama, seperti yang terjadi di Tolikara Papua.
“Dalam kasus konflik seperti yang terjadi di Tolikara Papua, pihak asing kerapkali melakukan intervesi melalui cara-cara terselubung, melalui Lembaga Swadaya Masyarakat atau NGO maupun aksi yang mengatasnamakan pelanggaran Hak Asasi Manusia,” kata Rudy di acara silaturrahmi dengan tokoh lintas agama dan budaya di Mataram, Kamis (23/7/2015).
Rudy juga mengingatkan, supaya setiap gejolak yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya disikapi secara bijak dengan melakukan pendekatan secara persuasif dan tidak sampai menimbulkan gejolak berlebihan, karena celah semacam itu kerap dimanfaatkan pihak asing untuk ikut memperkeruh suasana dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Karena peran serta tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat sebagai kelompok yang paling dekat dan bersentuhan secara lansung dengan kehidupan masyarakat memiliki peran strategis dan kita harapkan bisa memainkan peran secara maksimal dalam meredam setiap konflik dan gejolak yang terjadi di masyarakat.
“Kita semua tentu tidak ingin setiap permasalahan, gejolak dan konflik yang terjadi di tengah masyarakat bisa kita selesaikan dengan hukum dan cara kita sendiri, tanpa ada campur tangan pihak asing yang bertujuan memecah belah bangsa Indonesia,” ungkapnya.
——————————————————-
KAMIS, 23 Juli 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...