Dari Hobi, Bisa Menghasilkan Usaha Miniatur Bus Yang Menjanjikan

CENDANANEWS (Malang) – Berawal dari hobinya yang suka menggambar Bus dan kegemarannya traveling menggunakan Bus, membuat Chairil Anwar (51) semakin tertarik dan mencintai alat transportasi yang satu ini. Kecintaannya tersebut kemudian dia tuangkan kedalam sebuah karya yang berupa miniatur Bus yang diberi nama “NikiKayoue” (NK).
Dari situ kemudian dirinya mulai mengekspresikan kecintaannya terhadap bus dengan membuat sebuah miniatur bus dengan menggunakan kayu Pinus. Pertama kali dia membuat miniatur bus pada tahun 1986, ukuran bus yang dia gunakan belum menggunakan skala dari ukuran bus sebenarnya.
Chairil Anwar
“Saat pertama kali saya bikin bus, ukurannya tidak menurut ukuran dari bus aslinya. saya hanya membuat asal terlihat seperti bus tapi dengan ukuran kecil,” jelasnya.
Setelah miniatur busnya selesai dan dia pajang di rumahnya, rupanya ada salah satu temannya yang tertarik busnya tersebut dan memesan kepada Chairil agar dibuatkan miniatur bus untuk hadiah ulang tahun anaknya.
Pada tahun 1989 ada salah satu koreseri PO Bus yang mengetahui dan tertarik dengan karyanya tersebut. Sebelum memesan dua unit miniatur bus, karena ukuran skala dari miniatur tersebut belum memenuhi ukuran bus sebenarnya akhirnya pihak Koreseri memberikan ukuran pakem bus yang sebenarnya. 
Dan pihak Koreseri juga memberikan tantangan kepada Chairil untuk membuat miniatur bus yang bagian dalamnya juga bisa terlihat dari luar. Karena sudah menjadi kegemarannya, Chairil yang mendapatkan tantangan tersebut langsung menyanggupinya.
Dengan waktu kurang lebih satu bulan, dirinya bisa menyelesaikan orderan pertamanya tersebut dan menjualnya ke keroseri dengan harga Rp. 250.000,- pada waktu itu. Karena merasa dengan membuat miniatur bus ini bisa menghasilkan uang, akhirnya pada tahun 1994 Chairil memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan berkonsentrasi untuk membuat miniatur bus.
Karena dirasa mempermudah dan mudah di dapat, pada tahun 1995 dirinya mulai menggunakan multiplek atau triplek untuk membuat miniatur bus. Selain bus, dirinya dulu pernah mendapatkan pesanan miniatur kapal pesiar dan pesawat tapi tetap yang diutamakan membuat miniatur bus.
Karya Bapak tiga anak ini yang merupakan asli orang Singosari Malang, mulai dikenal oleh masyarakat tidak terkecuali Ibu Lurah yang saat itu menjabat. Chairil mengaku sering di ajak oleh lurahnya tersebut untuk mengikuti pameran-pameran, mulai dari pameran antar desa, antar kecamatan hingga kabupaten. 
Dari situ Chairil juga dikenal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten dan Provinsi yang akhirnya terpilih untuk mengikuti Pekan Raya Jakarta (PRJ) selama 10 hari pada tahun 2005.
Di PRJ tersebut karya miniatur busnya lebih banyak lagi dikenal orang, dan menurutnya stannya merupakan stan yang paling ramai dikunjungi pengunjung. Meski paling ramai, namun tidak satupun miniatur busnya yang terjual. Pengunjung yang datang kebanyakan hanya berfoto dengan hasil karyanya tersebut tapi tidak membelinya karena harganya yang cukup mahal dibanding dengan kerajinan lainnya.
Sampai hari ke tujuh pameran, baru ada yang datang membeli miniatur busnya langsung sebanyak empat unit. 
“Ada juga pengunjung dari bus Damri yang datang dan langsung mau memesan miniatur bus Damri sebanyak 30 unit,”sebutnya.
Setelah itu, anak pertama dari sembilan bersaudara ini mulai dibanjiri order pembuatan miniatur bus dari keroseri PO Bus ternama. Banyaknya pesanan yang datang membuat Chairil kewalahan dan mengajak serta saudara-saudaranya untuk ikut bergelut di dunia pembuatan miniatur bus. 
Tempat pembuatan miniatur busnya sendiri kini dipusatkan di rumah adiknya yang berada di Desa Turirejo No.2 RT.01/RW.02 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Selain itu, dia mempekerjakan Ibu-ibu dari wari warga sekitar.
Sejak tahun 2007 hingga sekarang, dia sudah menggunakan bahan Akrilik untuk miniatur busnya. Terdapat 39 model bus yang bisa dirinya kerjakan.
Harga miniatur busnya bervariasi tergantung ukuran dan model. Miniatur bus dengan ukuran kecil diberi harga Rp.475.000,-, ukuran sedang Rp.750.000,- dan ukuran besar seharga Rp.1.350.000,-. Pelanggannya sendiri kebanyakan berasal dari Makasar, Kalimantan, Bandung dan Jakarta. 
“Dan kebanyakan yang memesan berasal dari komunitas-komunitas pecinta bus,” ucapnya.
Untuk saat ini kapasitas produksi dalam sebulan bisa menghasilkan 50 unit miniatur bus, namun nantinya akan dinaikkan menjadi 100 unit per bulan karena peminatnya yang semakin banyak.
Dalam sebulan Chairil bisa menghasilkan omset hingga Rp.60.000.000,- 
“Dari usaha tersebut, Alhamdulillah saya bisa menyekolahkan tiga orang anak saya,”.
Menurutnya sekarang sudah banyak sekali kompetitor dalam usaha pembuatan miniatur bus, bahkan yang lebih canggih dari saya. Namun begitu, dirinya justru bersyukur karena dengan banyaknya kompetitor, masyarakat justru akan banyak pilihan dan bisa membandingkang kualitas dari masing-masing produk. 
“Saya juga tidak takut tersaingi karena rezeki sudah ada yang ngatur,” tutupnya.

——————————————————-
RABU, 08 Juli 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...