Dari Warung Sop Konro, Arminiwati Bisa Beli Rumah

CENDANANEWS (Balikpapan) – Keberagaman suku yang tinggal di Balikpapan membawa berkah bagi kota dengan penduduk 700 ribu jiwa itu. Salah satu keuntungan yang dinikmati adalah kekayaan budaya, termasuk kulinari. Berbagai makanan khas daerah dari berbagai penjuru Indonesia bisa dinikmati di sini. 
Dari sekian banyak makanan tradisional, sop Konro adalah hidangan yang cukup digemari. Sajian khas Makassar, Sulawesi Selatan ini tidak saja disukai orang-orang Makasar. Rasanya yang pedas, dengan aroma rempah yang kuat, membuat sop Konro menjadi makanan favorit di Balikpapan. Bahan utama adalah iga sapi.
Konro paling terkenal ada di kawasan Pasar Baru Jalan Jenderal Sudirman. Bukan restoran atau rumah makan besar, melainkan sebuah warung di dalam gang yang sempit di samping kantor cabang sebuah bank. Warga menyebutnya Konro gang BCA. Jangan heran jika untuk menikmati Konro racikan Arminiwati dan suaminya itu, pembeli harus rela berdiri mengantri. Dan tak perlu resah jika Anda sedang menikmati hidangan, ada yang menunggui kursi Anda untuk menunggu giliran makan. 
Satu porsi Sop Konro dijual seharga Rp 28 ribu dengan sepiring nasi dan minum teh hangat atau dingin. Selain Konro, Warung ini juga menyuguhkan Sop Saudara. Mirip dengan Konro, namun dengan variasi daging jeroan. Sop saudara dijual lebih murah, yakni Rp 25 ribu seporsi. 
Arminiwati pemilik warung ini mengaku telah 13 tahun berjualan digang samping kantor BCA ini. Sebelumnya Ia berjualan di Pasarbaru. Dalam sehari ia mampu menjual antara 200 hingga 400 porsi. 
“Kami mulai buka jam 9 pagi, biasanya sudah habis sebelum jam 1 siang,” kata ibu tiga anak ini. 
Saat ini dia dan suami dibantu sama tiga orang pekerja. Namun untuk mengelola, meracik bumbu dilakukannya sendiri dan suaminya membantu setiap memasak. Bahan utama yakni daging sapi Ia beli di Pasar. 
Dalam sehari, tak kurang ia memperoleh penghasilan kotor sekitar 12 juta rupiah. Sementara untuk pengeluaran sehari-hari digunakan untuk belanja modal, membayar karyawan, serta sewa tempat. Dari hasil Warung ini, Arminiwati bisa membeli rumah, dan menyekolahkan ketiga anak mereka. 
Meski Warung mereka ramai, sampai saat ini, Arminiwati dan suaminya tak berniat membuka cabang. “Biarlah ini menjadi ciri khas kami,” kata dia. Untuk melayani pelanggan yang sering kehabisan, Arminiwati juga menerima pesan untuk dibawa pulang.

——————————————————-
MINGGU, 05 Juli 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Fotografer : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...