Diandra Candle, Ciptakan Lilin Ukir Hasil Belajar di Internet

CENDANANEWS (Malang) – Selain jadi sumber penerangan disaat mati lampu, ternyata lilin juga bisa menjadi suatu karya seni yang bernilai tinggi, seperti yang dilakukan dua orang pemuda kreatif di kota malang.
Diandra Candle sebuah usaha patungan dari Dedy (35) dan Anton (33) yang menawarkan lilin ukir yang cantik dengan memiliki bentuk, motif dan ukuran berfariasi dengan warnanya yang warna-warni. Dan mereka menyebutkan, kreasi tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. 
Dedy
“Sampai saat ini, Diandra Candle adalah satu-satunya produsen lilin ukir di Indonesia,” jelas Dedy saat ditemui Cendana News di kediamannya di Perumahan Sawojajar Jalan Danau Matana III F2/L8.
Usaha lilin ukir ini mulai di rintis sejak tahun 2009 di daerah Blitar sebelum akhirnya pindah ke Malang pada tahun 2010. Dedy mengaku belajar membuat lilin ukir dari temannya dan juga dari video-video yang ada di internet.
“Saya bersyukur dulu mengambil jurusan Bahasa Inggris, karena dari situ saya bisa belajar cara membuat lilin ukir dari video-video yang kebanyakan menggunakan Bahasa Inggris,” tutur lulusan jurusan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) ini.
Untuk bahan baku paraffinnya dia import dari Cina dan juga Amerika karena menurutnya selain kwalitas yang lebih bagus, lebih mudah di bentuk daripada paraffin lokal.
Proses pembuatan sebuah lilin ukir sendiri dimulai dengan melelehkan paraffin, yang kemudian dipadatkan kembali dengan bentuk segi enam untuk memudian diwarna dan di ukir.
“Proses pembuatan satu buah lilin ukir mulai dari awal sampai akhir memakan waktu kurang lebih satu jam, dalam sehari dengan dibantu seorang pekerja dapat menghasilkan 50-100 lilin ukir,”jelasnya.
Selain di wilayah Indonesia, lilin ukir buatannya juga diminati oleh negara lain seperti Cina, Singapura dan juga Australia, ucapnya.
Usaha lilin ukir menurut Dedy bukan tanpa kendala. Menurutnya, kendala yang terbesar adalah harga alat-alat pembuat lilin ukir yang sangat mahal. Untuk mengatasi kendala tersebut, Dedy dan Anton membuat sendiri alat-alat tersebut dengan melihat cara kerja dari alat pembuat lilin ukir yang ada di internet.
Harga lilin ukirnya sendiri berfariasi dari harga Rp.10.000,- hingga Rp. 150.000,- tergantung ukuran. Mulai ukuran paling kecil 7 cm dan paling tinggi 35 cm dengan berbagai model. Menurut Dedy, lilin ukir produksinya tersebut adalah lilin ukir termurah di dunia. 
“Dari usaha lilin ukirnya tersebut, kami bisa mendapatkan omzet sekitar Rp.10.000.000,- per bulan,”katanya.

——————————————————-
KAMIS, 23 Juli 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...