Gempa 7,2 SR Mengguncang Mamberamo Raya, Papua


JAYAPURA –- Gempa berkekuatan 7,2 SR menguncang Kabupaten Mamberamo Raya, getaran gempa dapat dirasakan di beberapa kabupaten/kota. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisiki (BMKG) Wilayah V Jayapura menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Kepala Sub. Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Papua dan Papua Barat, Zem Irianto Padama mengatakan gempa terjadi pada pukul 06.41 WIT, pusat gempa di 2,87 derajat lintang selatan, 138 point 35 derajat bujur timur, dimana lokasi gempa di darat, kekuatannya 7,2 SR. Namun, pusat gempa tidak berada pada daerah yang padat penduduk.
“Kedalaman gempa 49 kilometer, lokasi pusat gempa berada pada titik 5 kilometer arah tenggara dari Kabupaten Mamberamo Raya, 81 kilometer arah timur laut dari Kabupaten Tolikara dan 100 kilometer barat laut dari Kabupaten Mamberamo Tengah. Karena ini terjadi di darat, tidak berpotensi tsunami,” kata Zem saat dihubungi media ini via seluler, Selasa (28/07/2015).
Hingga saat ini, pihaknya belum mendapat laporan terkait dengan kerusakan yang ditimbulkan dari gempa tersebut. Menurutnya, gempa tersebut dapat dikatakan sangat besar dan dapat dirasakan dibeberapa kabupaten kota.
“Getaran gempa itu dapat dirasakan di Kabupaten Sarmi pada skala 4 mmi, jadi masyarakat disana sampai keluar rumah. Kemudian di Wamena dirasakan dengan skala 3 mmi, sedangkan di Kota Jayapura dirasakan 2 – 3 mmi,” ujarnya.
Menurutnya, setiap ada gempa berkekuatan 7,2 SR, biasanya ada gempa susulan. Namun, pihaknya hingga saat ini belum mendeteksi adanya gempa susulan tersebut. Kalaupun ada gempa susulan, lanjutnya, tidak berkekuatan sama besar seperti sebelumnya.
“Gempa 72 SR, dapat mempengaruhi longsor, soal gempa susulan pasti ada, tapi tidak sebesar seperti yang pertama,” tuturnya.
Hingga kini, dikatakan Zem, pihaknya belum mendapat laporan dari pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya, soal kerusakan atau dampak dari gempa.. “Kami sampai sekarang memonitor terus, kami menunggu laporan dari masyarakat atau pemerintah setempat,” tutupnya. (Selasa, 28 Juli 2015. Indrayadi T. Hatta.)
Lihat juga...