GRN: Mari Bersatu Demi Mewujudkan Kedaulatan NKRI

R. Nio Soeprapto. Foto oleh : Adista Pattisahusiwa
DKI. JAKARTA—Indonesia adalah Negara berasaskan Pancasila, kita sangat memahami betul makna dari Bhinneka Tunggal ika (Berbeda beda tetap satu). Kejadian yang terjadi di Tolikara Papua, saat pelaksanaan sholat Idhul Fitri 1436H sangat mengejutkan masyarakat, dimana diketahui Warga papua adalah Masyarakat yang ramah, baik serta menjunjung tinggi nilai ‘Persatuan Indonesia’
Ketua Umum Gerakan Rakyat Nusantara (GRN) R Nio Soeprapto mengatakan bahwa insiden yang terjadi di Tolikara, tidak akan bisa memecah belah persatuan rakyat Indonesia.
“Saya meyakini Papua itu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama, dengan kejadian tersebut sudah sepatutnya makin menguatkan lagi rasa persatuan dan kesatuan” ujar Nio kepada CendanaNews di Sekretariat II, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (27/07/2015).
Menurutnya peristiwa Tolikara terjadi akibat adanya pihak luar yang ingin memecah belah Indonesia.
“Iya, itu terjadi hanya karena ada yang ingin memecah belah NKRI, ada pihak yang iri hati dengan kekayaan Indonesia,” Ujarnya.
Revolusi mental, Lanjut Nio, yang dicanangkan Joko Widodo seharusnya diikuti dengan revolusi spiritual. “Revolusi mental dari Jokowi, harusnya diikuti dengan revolusi spiritual agar umat beragama di Indonesia tidak mudah diadu.” Tegasnya
Insiden Tolikara, menurutnya bisa jadi cerminan bagi kita semua untuk kembali bergandengan tangan dan berkomitmen untuk memupuk sifat toleran antar umat beragama yang ada di seluruh Indonesia.
Jangan jadikan Pancasila menjadi slogan, itu yang ditekankan berulang-ulang oleh Rio. Seluruh masyarakat Indonesia harus sungguh-sungguh memahami bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam suku, budaya dan agama.
“Saya selaku Ketua Pimpinan Nasional, Gerakan Rakyat Nusantara Pemersatu Bangsa mengajak Indonesia untuk bersatu kembali. Umat Budha, Hindu, islam, Protestan, Katolik, Konghucu, Kita Semua Bersaudara” tutupnya. {Adista Pattisahusiwa)
Lihat juga...