Hadang Rejeki Ratusan Penjual Oleh-oleh Dadakan Bermunculan

CENDANANEWS (Lampung) – Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah hari kedua masih berlangsung namun beberapa pemudik sudah mulai kembali ke Pulau Jawa untuk merayakan lebaran di Pulau Jawa dari Pulau Sumatera. Para pemudik kendaraan bermotor roda dua dan juga menggunakan kendaraan pribadi sudah terlihat ke arah pelabuhan Bakauheni Lampung untuk menuju Pelabuhan Merak Banten.
Momen arus balik yang terhitung pada H +1, esok hari Minggu (19/7/2015) bahkan sudah mulai terlihat memadati Pelabuhan Bakauheni meski belum cukup signifikan. Momen tersebut pun menjadi kesempatan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor informal dengan melakukan penjualan minuman, makanan ringan dan juga oleh oleh khas Lampung.
Rupanya arus balik Lebaran yang mulai ramai tahun ini membawa rejeki tersendiri bagi warga Bakauheni yang berprofesi sebagai pedagang musiman. Para pedagang musiman tersebut memanfaatkan waktu mudik Lebaran dengan berjualan makanan ringan dan minuman khas dari Lampung seperti Keripik Pisang dan Kerupuk Kemplang (Kerupuk yang punya ciri khas rasa ikan yang banyak di Lampung) di sisi kiri Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari H-7 hingga hari kedua lebaran tahun ini. 
Para pedagang musiman tersebut dari pantauan media CND ini mengaku mulai berjualan makanan khas Lampung di setiap arus mudik dan arus balik Lebaran. Dari hasil berjualan makanan, minuman, dan oleh-oleh itu diakui oleh mereka bisa meraup keuntungan yang lumayan besar. Dan menurutnya, keuntungan yang mereka peroleh karena tidak memerlukan tempat khusus untuk berjualan tetapi cukup dengan membuat tempat berjualan dadakan. 
Salah satu penjual musiman, Nurdin (34) mengaku sengaja membuat tempat berjualan darurat yang terbuat dari bambu dan ditutupi terpal. Ia mengungkapkan pembuatan warung darurat dilakukan karena  tidak perlu biaya sewa dan bisa dibongkar sewaktu-waktu. 
Sepanjang Jalinsum memang banyak terdapat pedagang musiman bahkan sekitar 500 meter dari Pelabuhan Bakauheni pemandangan sepanjang jalur kiri ke arah pelabuhan Bakauheni ratusan penjual kemplang sudah terlihat. Namun dari beberapa pembeli yang menggunakan moda transportasi travel dari Bandarlampung atau daerah lain, mengaku lebih memilih membeli oleh-oleh di dekat Pelabuhan Bakauheni. 
“Selain untuk istirahat, kami juga memilih membeli di sini karena tak mau repot di dalam mobil. Disamping itu karena kami naik travel. Selain itu jika beli disini lebih cepat bagi kami untuk masuk ke kapal, “ujar Hamdani salah satu penumpang kendaraan travel yang akan menuju Pulau Jawa Sabtu (18/7/2015).
Suminah (45) salah satu penjual oleh oleh musiman saat arus balik mengaku dirinya setiap tahun melakukan aktifitas jualan untuk “menghadang” rejeki dengan harapan bisa mendapat rejeki dari menjual kemplang.
“Lumayanlah dibanding hari biasa penjualan bisa lebih meningkat karena pemudik biasanya membeli kemplang, kerupuk, keripik di sini sambil menunggu untuk masuk ke Pelabuhan Bakauheni,”ujar Suminah.
Kemplang serta oleh oleh khas dari Provinsi Lampung tersebut oleh para penjual dibeli dengan harga kisaran Rp8.000,- hingga Rp15.000,-. Ratusan warga yang berjualan mengaku mendapat omzet cukup lumayan dari berjualan sepanjang arus mudik dan akan lebih meningkat lagi saat puncak arus balik yang diprediksi akan terus meningkat sepekan lagi.
——————————————————-
SABTU, 18 Juli 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...