Harga Turun Drastis, Petani Keerom Berhemat Sambut Idul Fitri

Tomat lokal asli Kabupaten Keerom
CNDANANEWS (Jayapura) – Jelang hari raya Idul Fitri, sebagian para petani di Kabupaten Keerom akan merayakannya dengan pas-pasan. Hal tersebut dilakukan lantaran penjualan hasil panen tanaman palawija menurun drastis.
“Harga bawang merah super sebelumnya Rp 40 ribu, sekarang harganya turun jadi Rp 13 ribu perkilo, buah Sawit juga harganya sangat minim, perkilonya hanya 800 rupiah perkilo dan kalau hitungan bersihnya masuk harga 400 rupiah perkilo,” kata salah satu petani Arso VIII, Kabupaten Keerom saat dihubungi media ini, Senin (06/07/2015).
Otomatis, lanjutnya, lebaran tahun ini tidak merayakan seperti lebaran tahun lalu. Untuk beli kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup. “Petani yang memanen hasil sawit, tentunya hanya bisa dibeli oleh pabrik. Kan, bukan karyawan, jadi tidak ada Tunjangan Hari Raya, kecuali yang kerja di pabrik sawit,” ujarnya.
Sementara itu, Ponirah salah satu petani asal Arso IV di kabupaten yang sama menuturkan jelang lebaran harga hasil panennya sangat murah, berbeda sebelum masuk bulan Ramadhan tahun ini, beberapa harga sedikit naik.
“Harga turun, mungkin karena banyak impor lokal dari luar Papua, yang membuat harga sayuran lokal jadi murah,” kata Pon sapaan akrabnya.
Saat ini, menurut Pon, harga lombok yang tadinya Rp 60 ribu turun menjadi Rp 25 ribu perkilo, empat ikat kacang panjang harga saat ini Rp 5000 sebelumnya perikat dijual dengan harga Rp 2000 dan di ikuti dengan sayuran lainnya.
“Saya hanya bisa menopang hidup dengan hasil panen ini, kalaupun harganya murah, ya. harus disyukuri, asalkan dibeli. Kalau tidak dibeli, itu yang bikin repot. Sayuran saya busuk semua dalam beberapa hari,” ujarnya.
Disinggung persiapan Idul Fitri, menurutnya, tahun ini persiapan biasa-biasa saja, yang paling utama dirinya terus mensyukuri nikmat yang diberikan sang pencipta. 
“Ya mau di apalagi, kalau memang seperti itu, saya hanya petani, andalan saya hanya dari tanaman yang saya tanam di ladang,” ujarnya.
——————————————————-
SENIN, 06 Juli 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...