Hujan Tak Kunjung Turun, Pemko Padang Gelar Shalat Istisqa’

CENDANANEWS (Padang) – Pemerintah bersama masyarakat Kota Padang menggelar shalat Istisqa’ atau shalat minta hujan di pelataran parkir Kantor Balaikota di Aia Pacah, Selasa (7/7). Ratusan pegawai di lingkup Pemko Padang menggelar sajadah mengharap pada yang maha kuasa agar hujan segera turun.
Sholat ini dimulai pada pukul 08.00 Wib, di halaman parkir Balaikota. tikar-tikar yang telah disiapkan panitia terisi penuh dan terpaksa ditambah. Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan pidatonya sebelum melakukan shalat.
“Lihat tanaman di sekitar kita mulai menguning, rumput banyak yang mati, sawah sudah kering dan di kawasan tertentu air sudah mulai berkurang. Karena itu sesuai ajaran Islam maka shalat Istisqa’ kita gelar,” ujarnya memulai pidato, di Padang, Selasa (7/7/2015).
Mahyeldi mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan shalat Istisqa’ harus didasari dengan keikhlasan sehingga nantinya Allah SWT akan mengabulkan harapan dan doa. Pelaksanaan shalat Istiqa’ sengaja dilakukan di Kantor Balaikota di Aia Pacah. Sehingga kantor tidak saja dijadikan tempat untuk bekerja, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan dengan keikhlasan dan harapan, doa kita saat shalat Istisqa’ terkabul,” sebutnya.
Shalat Istisqa’ memang jarang dilakukan di Kota Padang. Khatib shalat Istisqa’ H. Sobhan Lubis sempat memaparkan prosesi shalat Istsiqa’ di depan seluruh jamaah. Shalat Istisqa’ hampir sama dengan shalat Ied, dua rakaat dengan tujuh kali takbir serta dengan niat meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.
H. Sobhan Lubis dalam khutbahnya mengatakan, bala diturunkan Allah SWT kepada umat-Nya bukan tanpa sebab. Bala itu datang kepada umat manusia yang memandang rendah suatu bala. Kemudian bala datang ketika terjadi maksiat secara terang-terangan.
”Bala datang kepada umat yang zalim kepada orang lain, saling menggunjing serta senang mengambil yang haram,” sebutnya.
Di sisi lain, khatib mengatakan bahwa diantara bala yang diturunkan itu yakni kekeringan.
“Air sumber kehidupan, air merupakan rahmat. Akan tetapi air yang turun juga terkadang tak bermanfaat seperti banjir,” tambahnya.
Pelaksanaan shalat Istsiqa’ yang dilakukan Pemko Padang mendapat respon dari masyarakat sekitar. Masyarakat pada umumnya sangat mendukung pelaksanaan shalat Istisqa’. Hal itu diutarakan Yeli. Wanita yang berdomisili di Balai Baru, Kuranji itu sangat berharap setelah shalat Ististqa’ hujan segera turun sehingga kekeringan yang melanda selama ini dapat berlalu.
“Tanaman banyak meranggas, cuaca juga sangat panas. Mudah-mudahan setelah ini hujan,” sebutnya.
——————————————————-
SELASA, 07 Juli 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...