IKAPPI : Jangan Sudutkan Pasar Tradisional dalam Kasus Ketumbar Oplosan

Pasar Tradisional
CENDANANEWS (Jakarta) – Pengoplos ketumbar dengan zat kimia di Tangerang Banten yang ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga merugikan para pedagang.
Dengan terungkapnya kasus tersebut, sedikit banyaknya akan membuat citra pedagang pasar tradisional tercoreng, meski pelaku pengoplos bukan dari pelaku pasar.
“Kami harap tidak menjadikan kasus ini sebagai sarana untuk menyudutkan pedagang pasar tradisional dengan kampanye negatif. Karena para pedagang juga termasuk pihak yang dirugikan atas kasus tersebut,”sebut ketua DPP IKAPPI melalui Ketua Bidang Organisasi, Imam Hadi Kurnia dalam press release yang diterima CND, Jumat (10/7/2015).
IKAPPI masih mengumpulkan data dan informasi dari para pedagang dan masyarakat karena sampai saat ini kami masih belum bisa memastikan peredarannya di pasar tradisional. 
Justru informasi yang didapat, peredaran ketumbar berbahaya tersebut masuk ke beberapa pasar modern dan supermarket di Jabodetabek. 
“Tapi sekali lagi informasi ini masih harus kami konfirmasi keabsahannya,”sebutnya.
Disebutkan, Pihaknya mendukung penuh segala penindakan tegas kepada pihak pengoplos ketumbar berbahaya tersebut. Dan dipastikan mereka bukan pedagang pasar tradisional. 
“Tetapi orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin mengambil keuntungan secara curang. Oleh karenanya himbauan kami jelas dan tegas bahwa para pelaku tersebut harus di tindak secara tegas dan dihukum maksimal,”katanya.
Diharapkan, pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Dan para pelanggan tidak perlu ragu dan khawatir untuk berbelanja ke pasar tradisional.
——————————————————-
JUMAT, 10 Juli 2015
Sumber     : DPP IKAPPI
Foto       : CND
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...