Inflasi Akhir Juni di Sumbar Lebih Tinggi dari Nasional

CENDANANEWS (Padang) –  Sumatera Barat (Sumbar) kembali mencatat rekor di bidang ekonomi, sayangnya ini bukan rekor yang baik dari catatan Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumbar.  Daerah yang mayoritas dihuni suku Minangkabau dan terkenal dengan “darah” bisnisnya ini mengalami inflasi sebesar 0,79 persen pada akhir Juni 2015. Dan ini merupakan rekor, karena angka ini berhasil mengalahkan angka inflasi dan lebih tinggi dari nasional yang mencapai 0,54 persen.
“Tekanan inflasi pada akhir Juni 2015 ini meningkat pada kelompok komoditas “volatile food” atau pangan bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 2,73 persen,” ujar Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko Selasa (7/7/2015).
Menurut Puji, cabai merah, telur ayam buras dan beras menjadi komoditas utama penyumbang inflasi. Belum lagi dengan para pedagang yang tidak taat aturan. Hingga harga-harga melambung tidak terkendali.
“Di sisi ekspektasi-nya, para pedagang cenderung menaikkan harga berbagai kebutuhan pokok di bulan Ramadhan lebih tinggi dari kenaikan harga dalam keadaan normal,” katanya.
Penawaran komoditas cabai ini mengalami fluktuasi karena berkurangnya pasokan cabai Jawa. Hal ini dipicu, dengan pasokan  dan tingginya permintaan dari daerah Timur Indonesia kepada sentra pemasok cabai di Jawa.
“Untuk laju inflasi kelompok barang dan jasa yang diatur pemerintah dan inflasi inti cenderung stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan tidak adanya perubahan kebijakan pemerintah terkait komoditas energi strategis pada bulan Juni 2015 menyebabkan laju inflasi kelompok barang dan jasa yang diatur pemerintah terjaga pada tingkat 0,33 persen ,” jelas Puji.
Puji memprediksi, tekanan inflasi Sumbar naik pada pertengahan Juli 2015 akibat adanya peningkatan permintaan menjelang perayaan Idul Fitri 1436 Hijriyah dan tahun ajaran baru. 
“Sesuai siklus gejolak harga pangan menjelang Idul Fitri perlu diwaspadai terutama untuk komoditas cabai merah dan bawang merah. Wilayah Sumbar juga menjadi salah satu tujuan utama mudik Lebaran. Hal ini diperkirakan dapat menambah tekanan inflasi melalui kenaikan biaya tiket angkutan udara,” beber Puji.
——————————————————-
SELASA, 07 Juli 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...