Inpex Jepang Revisi Pengembangan Migas Blok Masela Maluku

Gubernur Maluku Said Assagaff
CENDANANEWS (Ambon) –  Eksplorasi dan eksploitasi Minyak dan Gas (MIGAS) di Blok Masela Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, yang dilakukan PT INPEX Ltd milik Jepang, kini sedang merevisi rencana pengembangan kegiatan atau plan of development (POD) di lapangan.
Gubernur Maluku Said Assagaff yang diwawancarai wartawan di Ambon Kamis 92/7/2015) berharap, dalam waktu dekat revisi PoD itu bisa disetujui oleh Kementerian ESDM.
“Sehingga Inpex bisa menghitung kembali besaran nilai Partispation Interest 10 persen untuk Maluku. Karena sebelumnya sebesar Rp 14 triliun. Namun mungkin akan jauh lebih besar dari nilai itu,” katanya.
Dalam pertemuan dengan pihak INPEX dan SKK Migas wilayah Papua dan Maluku, Selasa Juni 2015, ada temuan cekungan baru di sekitar Blok Masela dimana potensinya diperkirakan terbesar di dunia.
Menurut Gubernur rapat tersebut membahas beroperasinya beberapa kontraktor perusahaan minyak dan gas di Provinsi Maluku.
Kata Gubernur, INPEX mengapresiasi kontribusi pemerintah daerah dalam membantu menyelesaikan hambatan-hambatan yang dihadapi di lapangan.
“Menyangkut dengan lahan yang mereka butuhkan di Desa Ohililit, Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat,” kata Gubernur.
Dinas ESDM Maluku untuk melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan lahan dimaksud. Bukan hanya untuk kepentingan Blok Masela, namun kepentingan daerah dan bangsa yang lebih besar.
Lantas bagaimana dengan perolehan hak PI 10 persen Blok Masela untuk Maluku, ditanya demikian gubernur berdalil, pihak INPEX meminta pemerintah daerah dan masyarakat Maluku bersabar.
“Pengelolaan Blok Masela tidak mudah atau gampang karena butuh biaya yang sangat besar,” katanya.
——————————————————-
JUMAT, 03 Juli 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...