Jemaah Berharap Ada LPAI di Masjid YAMP Sultan Agung

CENDANANEWS (Kota Batu) – Masjid Sultan Agung merupakan salah satu dari 999 Masjid yang berhasil dibangun berkat sumbangsih Presiden ke dua Indonesia HM. Soeharto melalui Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP). Masjid ini berdiri kokoh di jalan Sultan Agung no.7 Desa Sisir Kota Batu tepat bersebelahan dengan kantor Kementerian Agama Kota Batu.
Dari bentuk dan kondisinya, menunjukkan bahwa Masjid ini belum pernah di renovasi. Hal ini dibenarkan oleh Abu Mustofa (40) selaku Imam Masjid Sultan Agung sejak tahun 1994. 
Menurutnya, setelah Masjid ini diresmikan pada November 1986 oleh Almarhum Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Murdiono sampai sekarang belum pernah di lakukan renovasi. 
“Hanya pernah dilakukan penggantian pintu dan pemberian kaca pada jendela Masjid,” jelasnya.
Abu Mustofa menjelaskan, awalnya sekitar tahun 1984 masyarakat berinisiatif menggalang dana untuk pembangunan Masjid. Namun setelah masjid selesai sekitar 60 persen, pembangunan masjid terhenti karena kurangnya dana. Akhirnya masyarakat meminta bantuan kepada pemerintah dan kemudian oleh pemerintah diarahkan ke YAMP.
Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila sendiri mau membantu namun dengan syarat pembangunan Masjid di mulai dari awal. Akhirnya pembangunan masjid lokasinya bergeser dari tempat semula ke tempat sekarang berdirinya Masjid Sultan Agung sekarang.
“Dan bangunan masjid yang sudah jadi 60 persen kini dijadikan Islamic Center Kota Batu, “jelas Mustofa saat di temui CND selepas shalat Dhuhur, Minggu (5/7/2015).
Masjid Sultan Agung sendiri secara yuridis formal di kelola oleh Yayasan Masjid Sultan Agung (YMSA) dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sebagai pemilik sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). 
“Namun kedua lembaga tersebut kini tidak terlalu aktif dalam menghidupkan kegiatan di masjid karena para anggotanya berisikan orang-orang sibuk, sehingga kini semuanya di urus oleh takmir,” jelasnya.
Menurut Mustofa, dulu sempat ada wacana Masjid ini akan direnovasi karena daya tampung ketika Shalat Jumat sudah tidak mencukupi. Namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari wacana tersebut.
Saya pribadi ingin Masjid ini bisa segera di renovasi bila perlu didirikan lembaga pendidikan Agama Islam untuk anak-anak agar terdapat aktivitas di Masjid ini. Karena bisa dibilang jamaah di Masjid ini hanya sedikit di luar hari Jumat. 
“Selain lokasi Masjid yang cukup jauh dari perkampungan, banyaknya bangunan-bangunan musholla di dalam kampung membuat masyarakat lebih memilih shalat berjamaah di Musholla dibanding di Masjid ini,” ucapnya.
Selain renovasi, menurut Mustofa ada hal yang lebih penting yang harus segera dilakukan yaitu membuat pemerintah Kota Batu agar mau mewakafkan tanah Masjid ini ke YMSA sehingga sampai kapanpun Masjid ini akan tetap menjadi masjid dan masyarakat tidak perlu takut masjid Sultan Agung di alih fungsikan. 
“Karena sampai sekarang, tanah Masjid ini masih berstatus milik pemerintah sehingga kapan saja Masjid ini bisa beralih fungsi,” jelas Abu Mustofa.

——————————————————-
MINGGU, 05 Juli 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...