Kadikor Ambon Larang Pelaksanaan MOS Pakai Kekerasan

Salah satu Sekolah Dasar di Ambon [Foto: Samad Vanath Sallatalohy]
AMBON — Pelaksanaan Masa Orientasi Siswa baru di tiga jenjang pendidikan, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas pelosok Indonesia termasuk di Kota Ambon Provinsi Maluku sudah mulai digelar.
Benny Kainama
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Kadikor) Kota Ambon, Benny Kainama menegaskan, pelaksanaan MOS tidak diperbolehkan adanya tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap para siswa baru.
Tujuan dari pelaksanaan MOS itu sendiri momentum bagi para siswa  baru untuk beradaptasi. Dan Kemendiknas melarang adanya praktik kekerasan. Bahkan larangan dimaksud juga ditindaklanjuti dengan mengeluarkan arahan dan petunjuk pelaksanaan MOS.
Dikatakannya, MOS bertujuan agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal fisik, program dan kurikulum, disamping itu para siswa dapat mengenal para gurunya, termasuk kepala sekolah dan organisasi.
“Ketika memasuki tahapan pembelajaran siswa tidak canggung, mungkin saja saat MOS siswa menggunakan papan nama yang ditulis besar hal ini dimaksudkan agar siswa tidak rendah diri, tetapi berani tampil,”katanya kepada Cendana News di Ambon Selasa (28/7/2015) .
Pelaksanaan MOS kali ini difokuskan kepada pembinaan rohani dan mental. Agar para siswa dapat terhindar dari sikap tidak disiplin namun mempunyai sifat luhur.
“Jadi, pelaksanaan MOS kali ini membina siswa agar tekun, disiplin, memiliki pribadi yang luhur, serta mental yang kuat,” terangnya.
Sementara itu, untuk penerimaan siswa baru, sesuai hasil evaluasi, di tingkat SMP dan SMA seluruh siswa telah tertampung di sekolah negeri maupun swasta. Dan hingga sekarang, pihaknya belum menerima laporan dari pihak sekolah yang tidak dapat menerima siswa baru, atas keterbatasan kapasitas.
“Soal penerimaan siswa baru untuk SMA dan SMK di Kota Ambon, sudah rampung dan hanya beberapa siswa saja yang belum mendapat sekolah. Hal itu dikarenakan para siswa menginginkan sekolah unggulan di Ambon. Namun, pada prinsipnya masih bisa diatasi,” kata Benny.
Disebutkan, untuk sekolah unggulan di Ambon misalnya SMAN 1, 2 dan 11 serta SMPN 2, 4 dan 6 masih mendominasi penerimaan siswa baru, meski memiliki banyak peminat namun dilakukan seleksi sehingga semua tertampung dengan baik.
Meski animo siswa mendaftar ke sekolah unggulan mengalami peningkatan, namun tidak sampai pada siswa terlantar karena tidak mendapat sekolah. Dan diharapkan semua pihak sekolah di Kota Ambon agar memperhatikan kapasitas ruangan belajar siswa sehingga kualitas pendidikan mudah ditingkatkan.
Selain ruangan belajar yang patut diperhatikan yakni jumlah tenaga pengajar serta fasilitas sekolah yakni ruang laboratorium dan perpustakaan, sebab fasilitas lain inilah sebagai meningkatkan mutu pendidikan. (Samad Vanath Sallatalohy)
Lihat juga...