KPUD Tolak Satu Bakal Calon Kepala Daerah Manggarai Barat

FLORES — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, mengingatkan partai-partai politik yang ada di daerah tersebut agar tidak membawa persoalan internal ke lembaga penyelenggara pemilu.
“Saya sampaikan, partai politik tidak boleh membawa persoalan internal ke KPU. Ini untuk semua partai,” tegas Ketua KPUD Manggarai Barat, Aventinus Jesman, Rabu (29/07/2015).
Pernyataan Jesman menyinggung Sikap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya mencalonkan figur ganda untuk dua paket berbeda. KPUD Manggarai Barat mengakui, berdasarkan aturan, pihaknya tidak bisa menerima model pencalonan seperti ini. 
“Kalau menurut syaratnya ‘kan, bahwa partai politik hanya mempunyai hak untuk mendukung satu pasangan calon,” urainya.
Sebelumnya, PKB mengeluarkan rekomendasi untuk mencalonkan Aloisius Basri sebagai balon wakil untuk Petrus Pius Salamin.
“Menurut hasil pemeriksaan syarat pencalonan, pasangan pertama ini kami putuskan memenuhi syarat. Tidak ada masalah,” jelasnya.
Namun pada hari berikutnya, kemudian muncul paket lain dengan dukungan partai yang sama kepada Benyamin Padju untuk mendamping bakal calon bupati Fidelis Pranda.
“Kami putuskan tidak bisa menerima pencalonan pasangan ini. Paket yang bersangkutan sebenarnya tidak bermasalah. Yang bermasalah adalah partainya yang mengusung bakal calon ganda,” lanjutnya menerangkan.
Informasi yang diperoleh CND, Pranda-Padju adalah paket yang ditolak KPUD Manggarai Barat karena tidak memenuhi syarat pencalonan. Alhasil, Gedung KPUD dikabarkan langsung diserang massa pendukung Pranda-Padju segera setelah pendaftaran pasangan tersebut ditolak.
“Sekarang masalah ini sedang ditangani KPU Pusat. Keputusannya, paket yang bersangkutan kami terima saja pendaftarannya, tapi belum ada keputusan, apakah memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat,” jelas Jesman.
KPUD Manggarai Barat, kata Jesman, telah menerima pendaftaran lima paket bakal calon kepala daerah. Berdasarkan verifikasi syarat pencalonan, empat di antaranya memenuhi syarat. Hari ini paket balon kepala daerah ini menjalankan pemeriksaan kesehatan. 
“Tapi satu paket, pemeriksaan kesehatan kita tunda besok. Ini terkait dengan situasi yang sedang terjadi sekarang,” ungkapnya. (Fonsi Econg)
Lihat juga...